<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366604130938711227</id><updated>2008-12-09T08:44:21.647+07:00</updated><title type='text'>Rumah Madu</title><subtitle type='html'>Referensi Tentang Madu : Obat Bagi Seluruh Umat Sepanjang Zaman</subtitle><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahmadu.com/'/><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rumahmadu.com/atom.xml'/><author><name>M. Iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17874284503748389599</uri><email>iqbal@geraidinar.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366604130938711227.post-8185550480757821011</id><published>2008-02-21T21:14:00.002+07:00</published><updated>2008-02-21T21:18:54.820+07:00</updated><title type='text'>Madu Bisa Jadi Obat Yang Lebih Baik Dari Obat Buatan Manusia</title><content type='html'>Berikut adalah artikel menarik  yang saya kutip dari &lt;I&gt; Journal of Family Practice :&lt;/I&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan di dalam journal tersebut seorang laki-laki yang berusia 79 tahun dan menderita diabetes golongan 2 yang sudah parah.  Segala bentuk pengobatan modern telah ditempuh bahkan lelaki ini selama 14 bulan telah lima kali masuk rumah sakit dan 4 kali menjalani operasi. Biaya yang dikeluarkan telah mencapai US$ 390,000,- (Sekitar 3.5 milyar rupiah). Dengan segala upaya tersebut luka yang menganga di dua tempat sebesar 8 cm x 5 cm dan 3 cm x 3 cm tetap tidak sembuh meskipun telah diberi antibiotic terbaik yang ada. Bahkan lelaki tersebut telah kehilangan dua jarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih buruk lagi, dua team dokter yang menangani pasien tersebut berusaha meyakinkan pasien  bahwa ia perlu diamputasi kakinya mulai lutut ke bawah karena apabila tidak maka nyawanya terancam.  Pasien menolak amputasi tersebut dan sebelum dia mendapatkan informasi tentang madu, pasien ini kehilangan satu jari lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapatkan informasi tentang madu, pasien ini mulai membeli madu di super market – mengoleskan pada luka-lukanya dan meninggalkan pengobatan dengan antibiotic lainnya.  Karena pengobatan sekarang hanya dengan madu maka biayanya menjadi jauh lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua minggu setelah menjalani pengobatan dengan madu, jaringan di tempat lukan mulai hidup kembali.  Dalam rentang waktu 6 – 12 bulan, pasien tersebut telah sepenuhnya pulih kembali dan lukanya tidak kambuh kembali.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/8185550480757821011/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3366604130938711227&amp;postID=8185550480757821011' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/8185550480757821011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/8185550480757821011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahmadu.com/2008/02/madu-bisa-jadi-obat-yang-lebih-baik.html' title='Madu Bisa Jadi Obat Yang Lebih Baik Dari Obat Buatan Manusia'/><author><name>M. Iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17874284503748389599</uri><email>iqbal@geraidinar.com</email></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366604130938711227.post-1246583788410155873</id><published>2008-02-17T17:53:00.002+07:00</published><updated>2008-02-17T18:00:54.517+07:00</updated><title type='text'>Dari Perut Lebah Itu Keluar Minuman Yang Bermacam-Macam Warnanya...</title><content type='html'>&lt;a href="http://rumahmadu.com/uploaded_images/anatomi-lebih-705701.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://rumahmadu.com/uploaded_images/anatomi-lebih-705684.png" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; Dari illustrasi anatomi lebah diatas kita dapat segera tahu bahwa meskipun madu dikeluarkan dari perut lebah (di dalam Al Qur’an disebutkan di Surat An Nahl Ayat 69 &lt;I&gt;”….Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya…”)&lt;/I&gt;, namun ternyata madu ditempatkan di tempat khusus dalam perut lebah yang disebut perut madu (honey stomach, honey sac atau crop) yang terpisah dari perut besar lebah (large intestine atau stomach). Di dalam perut madu tersebutlah proses penguraian gula komplek (disakarida) diubah menjadi gula sederhana atau mono sakarida. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering terjadi kesalah pahaman di masyarakat seolah madu adalah kotoran lebah karena berasal dari perut lebah. Madu bukanlah kotoran lebah meskipun dalam prosesnya melalui perut lebah. &lt;I&gt;Honey sac&lt;/I&gt; yang berada di perut lebah sebenarnya lebih merupakan tempat penyimpanan khusus untuk madu selama perjalanan lebah pekerja dari tempat pengambilan nectar sampai ke sarangnya. Selanjutnya nectar yang mayoritas berupa gula disakarida dalam bentuk sukrosa mengalami proses fisika dan kimia sekaligus selama perjalanannya di perut lebah dan dilanjutkan di sarang lebah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;Nectar &lt;/I&gt; yang diambil dari bunga-bunga tanaman mengandung gula dan kadar air yang tinggi (sekitar 60%), untuk menjadi madu kadar air ini harus diturunkan secara significant menjadi sekitar 20 % atau bahkan lebih rendah lagi. Proses fisika penurunan kadar air ini mulai terjadi pada saat lebah menjulurkan lidahnya (proboscis) untuk memindahkan Madu sedikit demi sedikit dari dalam perut madu (honey sac) ke sarang lebah. Didalam sarang lebah kadar air terus diturunkan lebih lanjut dengan laju penurunan yang lebih tinggi melalui putaran sayap-sayap lebah yang terus menerus mensirkulasikan hawa hangat ke seluruh ruangan dalam sarang lebah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rumahmadu.com/uploaded_images/fruktosa-794720.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://rumahmadu.com/uploaded_images/fruktosa-794712.png" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Proses kimia dari nectar menjadi Madu terjadi di dalam perut lebah ketika &lt;I&gt;enzym invertase&lt;/I&gt; mengubah sukrosa (disakarida) menjadi glukosa dan fruktosa yang keduanya merupakan monosakarida seperti ditunjukkan di ilustrasi di samping.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/1246583788410155873/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3366604130938711227&amp;postID=1246583788410155873' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/1246583788410155873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/1246583788410155873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahmadu.com/2008/02/dari-perut-lebah-itu-keluar-minuman.html' title='Dari Perut Lebah Itu Keluar Minuman Yang Bermacam-Macam Warnanya...'/><author><name>M. Iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17874284503748389599</uri><email>iqbal@geraidinar.com</email></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366604130938711227.post-1486629754490325399</id><published>2008-02-11T21:07:00.000+07:00</published><updated>2008-02-11T21:14:01.893+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='madu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='antibiotik'/><title type='text'>Madu Sebagai Antibiotik Yang Tersedia Bebas di Alam</title><content type='html'>Meskipun lebih dari 1400 tahun lalu Allah melalui ayat-ayat Al-Qur’an telah memberitahukan bahwa madu sebagai obat, baru beberapa tahun belakangan para ilmuwan membuat berbagai penelitian mengenai kemampuan madu sebagai obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu peneliti yang sangat mendalami masalah madu ini adalah Peter Nolan seorang ahli riset biokimia dari &lt;I&gt;The University of Waikato – New Zealand.&lt;/I&gt; Peter Nolan mempunyai cerita favorit mengenai keandalan madu sebagai antibiotic ini, yaitu berdasarkan pengalaman langsung yang dialami seorang remaja Inggris berusia 20 tahun yang luka di tangannya tidak mempan diobati oleh berbagai jenis antibiotic. Remaja ini kemudian mendengar tentang pengobatan dengan madu dan minta dokternya untuk mengobati dengan madu. Karena berbagai cara telah dilakukan, maka team dokterpun tidak keberatan untuk mencoba cara lain dengan madu ini. Setelah pengobatan dengan madu berjalan selama satu bulan, ternyata luka di tangan remaja tersebut benar-benar sembuh dan tangannya dapat berfungsi kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madu ternyata dapat menumpas spesies microbial yang &lt;I&gt;resistance&lt;/I&gt; terhadap antibiotic buatan manusia. Penggunaan madu sebagai antibiotic  juga memiliki beberapa keunggulan antara lain :&lt;br /&gt;• Pengobatan dengan madu tidak menimbulkan inflamasi&lt;br /&gt;• Madu menyebabkan rasa sakit berkurang&lt;br /&gt;• Madu membersihkan infeksi&lt;br /&gt;• Madu menghilangkan bau pada luka&lt;br /&gt;• Penyembuhan berjalan cepat tanpa menimbulkan bekas luka&lt;br /&gt;• Madu bersifat antimicrobial yang dapat mencegah microba tumbuh&lt;br /&gt;• Tidak menimbulkan rasa sakit pada saat penggantian pembalut karena tidak lengket&lt;br /&gt;• Mempunyai &lt;I&gt;stimulatory effect&lt;/I&gt; yang mempercepat tumbuhnya jaringan tubuh kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil riset di universitas tersebut juga membuktikan madu lebih effective dari antibiotic buatan manusia seperti &lt;I&gt;silver sulfadiazine&lt;/I&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, tanpa bukti inipun kami percaya kepada firmanMu ya Allah; kami percaya kepada sabda Rasulmu….bukti ilmiah ini hanya sebagai tambahan ilmu bagi kami…dan hujjah untuk menjelaskan kepada orang yang belum yakin akan kebenaran firmanMu.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/1486629754490325399/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3366604130938711227&amp;postID=1486629754490325399' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/1486629754490325399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/1486629754490325399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahmadu.com/2008/02/madu-sebagai-antibiotik-yang-tersedia.html' title='Madu Sebagai Antibiotik Yang Tersedia Bebas di Alam'/><author><name>M. Iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17874284503748389599</uri><email>iqbal@geraidinar.com</email></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366604130938711227.post-697778499425857840</id><published>2008-02-06T20:44:00.000+07:00</published><updated>2008-02-06T20:52:49.185+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='madu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luka'/><title type='text'>Bukti-bukti Ilmiah Yang Dapat Menunjukkan Keberhasilan Pengobatan Dengan Madu ...</title><content type='html'>Berikut adalah beberapa contoh yang dapat menjadi bukti ilmiah keberhasilan Madu sebagai obat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pada tahun 1991 di negeri barat telah dilakukan eksperimen pengobatan terhadap luka bakar dengan menggunakan Madu dibandingkan dengan pengobatan modern &lt;I&gt;silver sulfadiazine&lt;/I&gt; (SS). Hasilnya setelah 7 hari, kelompok yang diobati dengan Madu 91% bebas dari infeksi sedangkan yang diobati dengan SS hanya 7 % yang bebas infeksi. Setelah pengobatan berjalan 15 hari, 87% pasien yang diobati dengan Madu sembuh sedangkan yang diobati dengan SS hanya 10% yang sembuh.&lt;br /&gt;• Penelitian pada tahun 1992 dan 1993 juga membuktikan bahwa dari pasien luka bakar yang diobati dengan Madu, hanya 20 % yang menyisakan bekas luka ditubuhnya – sedangkan pengobatan modern dengan obat yang mahal menyisakan sekitar 65 % pasien meninggalkan bekas luka.&lt;br /&gt;• Dengan pengobatan Madu yang dicampur dengan minyak zaitun dan lilin lebah (Propolis) para dokter di &lt;I&gt;Dubai Specialized Medical Center&lt;/I&gt; dibawah pimpinan Noori Al Waili  telah berhasil mencapai tingkat penyembuhan tertinggi 86 % untuk penyakit infeksi kulit karena jamur.&lt;br /&gt;• Noori Al Waili juga berhasil menyembuhkan sekitar 82 % dari pasien yang mengalami berbagai gangguan penyakit perut &lt;I&gt;dyspepsia&lt;/I&gt; dlsb. dengan Madu.&lt;br /&gt;• Percobaan lain terhadap 169 bayi dan anak-anak yang mengalami infeksi lambung menunjukkan bahwa Madu mengalami tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengobatan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bukti diatas menguatkan keyakinan kita bahwa disebutnya Madu sebagai obat dalam Al-Qur'an dan Al Hadits - memang benar-benar dapat berati menjadi obat secara harfiah, meskipun tidak terttutup juga kemungkinan pengertian obat dalam arti luas - menjaga kesehatan. Wallahu A'lam bi Showab.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/697778499425857840/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3366604130938711227&amp;postID=697778499425857840' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/697778499425857840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/697778499425857840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahmadu.com/2008/02/bukti-bukti-ilmiah-yang-dapat.html' title='Bukti-bukti Ilmiah Yang Dapat Menunjukkan Keberhasilan Pengobatan Dengan Madu ...'/><author><name>M. Iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17874284503748389599</uri><email>iqbal@geraidinar.com</email></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366604130938711227.post-4190388135006840786</id><published>2008-02-04T21:06:00.000+07:00</published><updated>2008-02-04T21:10:55.801+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='madu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kanker'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='antibiotik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tumor'/><title type='text'>Madu : Obat Yang Cocok Untuk Seluruh Jenis Penyakit...</title><content type='html'>Di Al Qur’an Madu disebut &lt;I&gt; ”....sebagai obat bagi manusia”&lt;/I&gt; (QS An Nahl 69) , tanpa menyebut sebagai obat untuk penyakit tertentu.  Dengan demikian berarti Madu bisa jadi cocok untuk segala macam penyakit – termasuk penyakit-penyakit yang sekarang belum ketemu pengobatannya. Kita bisa yakin mengenai keandalan Madu sebagai obat ini karena ada ayatnya di Alqur’an dan dikuatkan oleh berbagai hadits Nabi, lebih jauh lagi dengan banyaknya zat yang ada di dalam Madu yang belum sepenuhnya bisa didefinisikan oleh manusia modern sekarang – memberikan harapan bagi kita bahwa Madulah jawaban atas problem kesehatan kita sekarang dan dimasa datang (karena apa yang ada di Al Qur’an dijamin kebenarannya sampai akhir Zaman).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara yang ada rujukannya atau sudah ada hasil research-nya antara lain adalah penggunaan Madu untuk pengobatan sakit perut, untuk pengobatan pancreatitis akut, pengobatan cancer, pengobatan tumor, pengobatan luka pada penderita diabetis, dan sebagai antibiotic untuk segala macam penyakit . Selain cocok untuk penyakit serius seperti cancer dan tumor (yang dibuktikan dalam riset Dr.  Nada Orsolic dari University of Zagreb – Kroasia), Madu juga cocok untuk pengobatan ’penyakit’ sederhana seperti bisul, jerawat dan sejenisnya melaui proses osmosis yaitu Madu menyerap nanah/cairan yang terdapat dalam bisul dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mesir kuno lebih dari separuh resep pengobatan menggunakan Madu sebagai bahan utamanya, hal ini menunjukkan bahwa mayoritas penyakit dapat disembuhkan dengan Madu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat meskipun dengan berbagai kasiat pengobatan yang terkandung dalam Madu, apabila dimungkinkan (ada biaya dlsb.) tetap kami anjurkan untuk penyakit-penyakit serius pasien juga berobat/berkonsultasi dengan dokter, rumah sakit dlsb. Madu aman dikonsumsi bersama dengan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/4190388135006840786/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3366604130938711227&amp;postID=4190388135006840786' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/4190388135006840786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/4190388135006840786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahmadu.com/2008/02/madu-obat-yang-cocok-untuk-seluruh.html' title='Madu : Obat Yang Cocok Untuk Seluruh Jenis Penyakit...'/><author><name>M. Iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17874284503748389599</uri><email>iqbal@geraidinar.com</email></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366604130938711227.post-9159543357516644828</id><published>2008-01-31T20:47:00.000+07:00</published><updated>2008-01-31T21:01:17.661+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='madu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Royal jelly'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pollen'/><title type='text'>Royal Jelly - Susu Ratu Yang Penuh Rahasia Ilahi</title><content type='html'>Royal Jelly atau susu ratu adalah makanan khusus bagi ratu lebah. Berbeda dengan tiga produk lebah lainnya yaitu Madu, Propolis dan Pollen, &lt;I&gt;Royal Jelly&lt;/I&gt; bukan produk tanaman yang dikumpulkan dan dimondifikasi oleh lebah. Royal Jelly secara khusus diproduksi oleh lebah pekerja perawat dari pollen dan nectar yang dihirupnya, kemudian di sekresikan dari gandula khusus di kepala lebah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam sarang lebah &lt;I&gt;Royal Jelly&lt;/I&gt; dipakai untuk memberikan makanan kepada seluruh larva yang ada di dalam lebah selama tiga hari saja, selanjutnya hanya larva yang akan menjadi ratu yang terus diberi makan &lt;I&gt;Royal Jelly&lt;/I&gt; sepanjang hidupnya.  Karena makanan yang berbeda ini (ratu makan &lt;I&gt;Royal Jelly&lt;/I&gt; sedangkan lebah lain makan Madu dan Pollen), maka ratu lebah berusia sangat panjang dibandingkan dengan lebah umumnya. Apabila lebih biasa umurnya hanya berkisar 7 sampai 8 minggu, maka lebah ratu usianya berkisar antara 5 sampai 7 tahun (35 – 50 kali lebih panjang usianya dibandingkan lebah biasa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan konsumsi yang berbeda pula lebah ratu memiliki ukuran yang jauh lebih besar dari lebah biasa (40% lebih besar) dan lebih berat (60% lebih berat). Kehebatan lain dari ciptaan Allah dalam bentuk lebah ratu ini adalah dalam hal reproduksi, meskipun ratu hanya kawin sekali saja seumur hidupnya – lebh ratu mampu bertelur dalam jumlah yang melebihi berat badanya setiap hari – Subhannallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam segala kehebatan tersebut, belum sepenuhnya ilmu pengetahuan mengungkap apa sebenarnya yang terkandung di dalam &lt;I&gt; Royal Jelly &lt;/I&gt;ini. Yang sudah terungkap adalah kandungan secara umum seperti kadar air sekitar 60%-70 %, protein 13 %, karbohydrat 15 %, lemak 5 % dan zat-zat organic lainnya sekitar 1 %. Yang juga sudah diketahui adalah &lt;I&gt; Royal Jelly&lt;/I&gt; mengandung seluruh jenis asam amino essensial dan non essensial, karbohydratnya berupa fruktosa dan glukosa, lemaknya terdiri dari asam lemak jenuh dan tak jenuh dan &lt;I&gt;phospholipids&lt;/I&gt;. Vitamin yang terkandung didalamnya adalah seluruh jenis vitamin B, vitamin A, C, D, E dan K.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen lain yang sudah terdeteksi meliputi &lt;I&gt;collagen&lt;/I&gt; yaitu protein yang sangat penting untuk kesehatan dan pertumbuhan jaringan, kulit, rambut, kuku, tulang, otot dan dan penguat dinding-dinding saluran dalam tubuh kita. Enzym yang terdapat didalamnya meliputi &lt;I&gt;enzym superoxide dismutase, catalase, peroxidase dan glutathione peroxidase&lt;/I&gt;. Asam &lt;I&gt;nucleid&lt;/I&gt; yang ada meliputi DNA (deoxyribonucleic acid) dan RNA (ribonucleic acid). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain zat-zat tersebut juga terdeteksi di dalam &lt;I&gt;Royal Jelly&lt;/I&gt; adanya gamma globulins yang sangat penting untuk imunisasi, dan &lt;I&gt;methyl p-hydroxybenzoat&lt;/I&gt; (metil paraben) untuk anti oxidant.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai makanan ratu yang berusia amat sangat panjang dibandingkan dengan lebah biasa, maka sudah barang tentu &lt;I&gt;Royal Jelly&lt;/I&gt; memiliki berbagai khasiat pengobatan antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mengobati infeksi di perut, &lt;I&gt;varicose, dispepsia, impotensi, fatique, anorexia&lt;/I&gt;, lemah sahwat, infertilitas, infeksi visrus dan bacteri. Penelitian ilmiah mengenai hal ini telah banyak dilakukan di China, Rusia dan negara-negara bekas blok timur.&lt;br /&gt;• Meningkatkan imunitas tubuh seperti yang terbukti dari penelitian di Sarajevo ketika terjadi epidemic.  Patien yang diberi royal jelly hanya 9 % yang terjangkit penyakit sementara pasien yang tidak diberi &lt;I&gt;Royal Jelly&lt;/I&gt; 40 %nya terjangkit.&lt;br /&gt;• Penelitian di Jepang tahun 2001 membuktikan bahwa &lt;I&gt;Royal Jelly&lt;/I&gt; efective untuk mengobati fatique dan stress.&lt;br /&gt;• &lt;I&gt;Royal Jelly&lt;/I&gt; menurunkan kolesterol dan &lt;I&gt;triglyceride&lt;/I&gt; seperti ditunjukkan hasil riset di China tahun 1995.  Dari riset tersebut terbukti &lt;I&gt; Royal Jelly&lt;/I&gt; menurunkan LDL yaitu kolesterol yang buruk dan menaikkan HDL yaitu kolesterol yang baik.&lt;br /&gt;• Kemampuan &lt;I&gt;Royal Jelly &lt;/I&gt;menurunkan tekanan darah juga terbukti melalui penelitian di jepang tahun 2004 lalu.&lt;br /&gt;• Vitamin A, C dan E yang ada di dalam &lt;I&gt;Royal Jelly&lt;/I&gt; bekerja secara sinergis dengan &lt;I&gt; carotenoids&lt;/I&gt; mencegah kerusakan kulit karena bahan kimia atau karena matahari dan lebih jauh lagi juga menurunkan risiko kanker kulit.   &lt;br /&gt;• Banyak nutrients yang ada di dalam &lt;I&gt;Royal Jelly, antimicrobial proteins,&lt;/I&gt; berbagai enzymes dan &lt;I&gt;gamma globulin&lt;/I&gt; bekerja sama mencegah infeksi dan menstimulasi imunitas tubuh.&lt;br /&gt;• HDA dan asam lemak jenuh rantai pendek yang ada dalam &lt;I&gt; Royal Jelly&lt;/I&gt; berfungsi mirip detergen yang menghancurkan membrane sel bakteri, jamur dan virus. HDA juga berfungsi mencegah &lt;I&gt; atheroclerosis&lt;/I&gt;.&lt;br /&gt;• Berbagai vitamin B yang ada dalam &lt;I&gt;Royal Jelly&lt;/I&gt; yang  kaya akan hormon, &lt;I&gt;phytosterols&lt;/I&gt; dan &lt;I&gt;phospholipids&lt;/I&gt; menurunkan kolesterol dan ini yang membuat orang ’awet muda’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Royal Jelly sangat gampang rusak, oleh karenanya harus selalu disimpan dalam keadaan beku. Cara lain mengawetkan &lt;I&gt;Royal Jelly&lt;/I&gt; adalah dengan mencampurnya kedalam Madu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumsi &lt;I&gt; Royal Jelly&lt;/I&gt; untuk makanan supplemen dan pengobatan preventive cukup satu sampai dua gram perhari. Untuk pengobatan curative dari berbagai penyakit yang disebut diatas, konsumsi Royal Jelly dapat dapat ditingkatkan antara 4 sampai 7 gram per hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena &lt;I&gt;Royal Jelly&lt;/I&gt; juga bersinergi sangat baik dengan produk-produk lebah lainnya yaitu Madu, Propolis dan Pollen – maka campuran keempatnya merupakan bahan makanan suplemen yang sangat baik dan sekaligus bahan obat yang efektif untuk seluruh penyakit yang didiskusikan dalam blog ini.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/9159543357516644828/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3366604130938711227&amp;postID=9159543357516644828' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/9159543357516644828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/9159543357516644828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahmadu.com/2008/01/royal-jelly-susu-ratu-yang-penuh.html' title='Royal Jelly - Susu Ratu Yang Penuh Rahasia Ilahi'/><author><name>M. Iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17874284503748389599</uri><email>iqbal@geraidinar.com</email></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366604130938711227.post-5953170852026244861</id><published>2008-01-31T14:12:00.000+07:00</published><updated>2008-01-31T14:37:14.715+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='madu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dokter'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tradisional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alternatif'/><title type='text'>Cukuplah Solusi Islam Bagi Kita ...</title><content type='html'>Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda &lt;I&gt;“Setiap penyakit ada obatnya. apabila obat telah mengenai penyakit, maka akan mendatangkan kesembuhan dengan izin Allah,”. (HR Muslim).&lt;/I&gt; Di kesempatan lain Rasulullah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan At Tirmidzi &lt;I&gt; ” ..Allah menciptakan obat bagi setiap penyakit yang Dia ciptakan...kecuali penyakit Tua”.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebagai umat Islam yang menjadikan Al Qur’an dan Al Hadits sebagai pegangan kita, kita wajib percaya bahwa Allah lah yang menurunkan obat bagi setiap penyakit, hal ini juga sejalan dengan salah satu kalimat tauhid yang diucapkan Nabi Ibrahim A.S. dalam surat As Shu’ara 80 &lt;I&gt;” Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku”.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat Al Qur’an dan Al Hadits tersebut seharusnya cukuplah menjadi dasar kita dalam setiap upaya mencari penyembuhan dari penyakit yang kita atau keluarga kita derita. Kelihatannya mudah, namun kita sering lupa atau terjebak dalam dua ekstrim dalam mencari penyembuhan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekstrim pertama adalah orang-orang yang hanya mengandalkan upaya penyembuhannya melalui berbagai pengobatan medis dan lupa atau tidak tahu bahwa hanya Allah-lah yang bisa menyembuhkan penyakit itu. Ektstrim kedua adalah orang yang melupakan ikhtiar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disatu sisi kita wajib berupaya mencari obat untuk penyembuhan penyakit kita, disisi lain kita harus sadar bahwa obat tersebut hanyalah sarana bagi datangnya pertolongan Allah dalam bentuk penyembuhan. Sebagian obat sebagai sarana penyembuhan yang merupakan pertolongan Allah ini ada yang secara explisit diungkapkan sendiri oleh Allah seperti Madu yang disebut dalam QS An-Nahl 69 &lt;I&gt;”...dan sebagai obat bagi manusia”.&lt;/I&gt; Sebagian lain sarana pengobatan tersebut tidak diunkapkan oleh Allah secara langsung tetapi sepenuhnya disediakan olehNya secara cukup di alam. Manusia-manusia yang menekuni dan menggali karunia Allah tersebut (para ilmuwan) sebagian akhirnya berhasil menemukan berbagai obat untuk berbagai penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak semua orang mampu meneliti dan mencari sendiri sarana pengobatan yang ada di alam, maka sebagian besar umat manusia menggantungkan pengobatannya dari hasil riset para ilmuwan dan pabrik farmasi besar – yang sayangnya kadang menjadi terlalu mahal dan tidak terjangkau oleh sebagian umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya dinegeri-negeri miskin, di negara kaya seperti Amerika-pun jutaan orang bangkrut gara-gara tidak mampu membayar pengobatan. Mahalnya biaya pengobatan ini antara lain karena biaya riset yang mahal (dalam menemukan obat/bahan obat), biaya pengembangan yang mahal, biaya distribusi obat yang mahal dst. Seluruh sistem pengobatan modern inilah yang membuat biaya pengobatan mahal. Nah padahal Allah ketika menurunkan pertolonganNya tidak memilih hanya yang mampu bayar saja yang ditolong, lantas bagaimana sistem pengobatan bagi seluruh umat yang sejalan dengan aqidah kita tersebut ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari sekarang kita tadaburi ayat-ayat dan hadits mengenai pengobatan tersebut, pada saat bersamaan kita tadaburi alam. Dari sabda Rasulullah &lt;I&gt;” Setiap penyakit ada obatnya...”,&lt;/I&gt; mari kita lihat yang dilakukan oleh para peneliti obat-obatan, para tabib China dari ribuan tahun lalu dan berbagai ahli pengobatan di berbagai bangsa dan zaman...mereka selalu menemukan obat untuk penyakit yang muncul pada zamannya. Maka benarlah sabda Rasulullah tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan oleh para tabib China sejak ribuan tahun lalu sampai dengan para peneliti obat di zaman modern ini sebenarnya adalah sama yaitu menggali yang sudah ada di alam (disediakan oleh Allah) kemudian meramu/mengolahnya sehingga menjadi obat yang siap pakai. Yang dilakukan sama tetapi prosesnya yang berbeda. Di zaman modern ini pencarian obat melibatkan berbagai teknologi dan proses produksi...yang akhirnya menjadikan obat mahal. Lantas apa kita akan kembali ke zaman ribuan tahun lalu untuk mencari obat yang murah ? Tentu juga tidak, tetapi kita bisa mengikuti petunjuk Al Qur’an untuk mencari obat bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk Al Qur’annya kan jelas bahwa &lt;I&gt;”... dari dalam perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya sebagai obat bagi manusia...”.&lt;/I&gt; Karena Al Qur’an adalah kitab akhir zaman, diturunkan kepada nabi akhir zaman maka kebenarannya akan terjaga sampai akhir zaman. Artinya hasil yang keluar dari perut lebah tersebut sebagai obat yang disebut di Al Qur’an akan berlaku juga sampai akhir zaman, termasuk untuk obat-obat penyakit yang sekarang belum muncul atau sudah muncul namun belum ketemu obatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para tabib China dan para ilmuwan modern mencari obat antara lain dari bahan tanaman, mereka melakukan kajian terhadap ribuan tanaman dari berbagai daerah untuk menemukan zat kimia yang dapat menjadi penyembuh yang oleh ahli kimia disebut &lt;I&gt;phytochemicals&lt;/I&gt;. Meskipun akhirnya menemukan obat cara ini adalah cara yang sukar (dan juga mahal)–&lt;I&gt; the hard way &lt;/I&gt; – karena tanpa petunjuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah mengapa madu (yang keluar dari perut lebah) menjadi cara yang mudah dan obat yang murah bagi seluruh umat ? karena proses pencariannya/penelitiannya tidak memakan biaya yang besar dan tidak memerlukan teknologi tinggi untuk memprosesnya – Allah sendiri yang memberi petunjuk ke kita bahwa obat tersebut tersedia dalam kondisi siap saji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti ilmiahnya adalah, diseluruh dunia lebah selalu berhasil menemukan &lt;I&gt;Nectar&lt;/I&gt; bunga untuk bahan madu. Lebah juga selalu berhasil menemukan &lt;I&gt;phytochemicals &lt;/I&gt;dari berbagai tumbuhan untuk memproduski Propolis, Pollen, dan &lt;I&gt; Royal Jelly&lt;/I&gt;. Bahkan di dalam pollen sendiri yang dikumpulkan lebah juga sudah mengandung berbagai &lt;I&gt;phytochemicals&lt;/I&gt; yang berguna untuk kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;Phytochemicals&lt;/I&gt; yang di seleksi dan dikumpulkan oleh lebah dari tumbuhan-tumbuhan terpilih tersebut ternyata terbukti sangat efektif untuk berbagai obat antibiotik, &lt;I&gt;anti bacterial, anti fungal, anti allergic&lt;/I&gt; dlsb. Dari mana lebah memperoleh ini semua ?, dari alam dimana dia hidup. Kita hidup berdampingan dengan lebah di lingkungan yang sama, namun lebah-lebah pekerja tahu tumbuhan-tumbuhan mana yang efektif untuk menghasilkan propolis misalnya – sedangkan kita tidak tahu. Kalaupun toh kita akhirnya tahu selalu dengan cara yang mahal dan sukar tersebut – itupun hanya sedikit dari kita yang tahu yaitu para ilmuwan dan peneliti obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengikuti petunjuk Al Qur’an, manusia akan lebih mudah menemukan obat-obat tersebut karena tidak usah susah payah meneliti mana-mana tumbuhan yang dapat menjadi obat dan sebaliknya, cukup mengikuti pilihan lebah yang atas perintah Allah telah dimudahkan jalannya (QS An Nahl 68). Nah mau hidup dengan susah tanpa petunjuk ? atau mau dengan cara yang mudah mengikuti petunjukNya dalam segala aspek kehidupan?.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/5953170852026244861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3366604130938711227&amp;postID=5953170852026244861' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/5953170852026244861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/5953170852026244861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahmadu.com/2008/01/cukuplah-solusi-islam-bagi-kita.html' title='Cukuplah Solusi Islam Bagi Kita ...'/><author><name>M. Iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17874284503748389599</uri><email>iqbal@geraidinar.com</email></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366604130938711227.post-1958939174345666495</id><published>2008-01-31T14:02:00.000+07:00</published><updated>2008-01-31T14:11:57.756+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='madu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tuntunan'/><title type='text'>Bahkan Berobat-pun Ada Tuntunannya...</title><content type='html'>Apabila kita atau salah satu dari anggota keluarga kita ada yang sakit, maka berusaha mencarai pengobatan untuk penyembuhannya adalah termasuk medan ikhtiar yang disunahkan-meskipun hanya Allah-lah yang bisa menyembuhkannya. Namun ikhtiar yang mana yang kita harus tempuh ? jawabannya tergantung dengan banyak hal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhtiar pertama yang paling umum dilakukan adalah berobat ke dokter atau rumah sakit. Ikhtiar ini bagian dari yang diijinkan, banyak sekali temuan medis yang memang akhirnya bisa menjadi perantara penyembuhan kita - tetap perlu diingat bahwa hanya Allahlah yang menyembuhkan kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun banyak yang berhasil, ikhtiar dengan ke dokter maupun rumah sakit  banyak juga yang tidak berhasil atau paling tidak tidak menyembuhkan pasien secara 100 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah lain dengan pengobatan melalui obat hasil pabrik farmasi besar dan berobat ke rumah sakit sering dianggap terlalu mahal. Hal ini tidak hanya terjadi di negara miskin dengan tingkat penghasilan penduduk yang rendah seperti Indonesia, tetapi hal yang sama juga dirasakan oleh penduduk negara maju seperti Amerika Berikat. Bahkan dalam salah satu buku yang terbit akhir tahun 2005 lalu ada disebutkan bahwa jutaan penduduk Amerika bangkrut setiap tahunnya gara-gara tidak mamapu membiayai biaya kesehatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh buku tersebut juga meramalkan kebangkrutan Amerika kurang dari dua puluh tahun yang akan datang karena biaya kesehatan yang tidak tertahankan lagi. gejalanya sudah ada yaitu di bulan November tahun 2005 lalu ikon industri mereka General Motor sudah berencana merumahkan 30,000 buruh dan menutup 12 pabrik karena biaya kesehatan yang tidak tertahankan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kembali ke masalah kita, biaya kesehatan secara konvensional (dengan obat produksi pabrik dan/atau perawatan rumah sakit) yang sering tidak mampu kita tanggung ini - membuat sebagian besar masyarakat kita lari ke pengobatan alternatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya pengobatan alternatif yang ada di masyarakat banyak yang mengandung syirik yang justru membahayakan aqidah.&lt;br /&gt;Musibah kesehatan yang seharusnya menjadi pengurang dosa-dosa kita apabila kita bersabar - malah sering menjadi musibah yang lebih besar - menjadi musibah aqidah karena ketidak sabaran kita dalam berikhtiar di jalanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua ciri pengobatan yang mengandung syirik dan harus kita hindari yaitu pertama apabila pengobatan yang dilakukan tidak masuk akal - misalnya mengoperasi tanpa alat operasi, memindahkan penyakit ke binatang dlsb. Kedua apabila pengobatan tersebut tidak ada tuntunannya. Bisa jadi akal manusia belum sampai kesana, tetapi apabila ada tuntunannya maka pengobatan ini boleh dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan yang belum sepenuhnya terjangkau dengan akal manusia sekarang namun ada tuntunannya adalah pengobatan dengan Bekam dan pengobatan dengan madu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khususnya madu, belakangan banyak sekali bukti-bukti ilmiah yang akhirnya menguatkan bahwa madu adalah obat yang bahkan lebih baik dari obat buatan pabrik. Madu juga merupakan obat yang murah, dan bisa diternakkan sendiri oleh kita apabila kita ingin meyakinkan keaslian hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ada obat yang murah dan sesuai aqidah - yaitu madu - mengapa kita tertipu dengan yang mengandung syirik ?.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/1958939174345666495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3366604130938711227&amp;postID=1958939174345666495' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/1958939174345666495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/1958939174345666495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahmadu.com/2008/01/bahkan-berobat-pun-ada-tuntunannya.html' title='Bahkan Berobat-pun Ada Tuntunannya...'/><author><name>M. Iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17874284503748389599</uri><email>iqbal@geraidinar.com</email></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366604130938711227.post-3014098963377320525</id><published>2008-01-30T22:52:00.000+07:00</published><updated>2008-01-30T23:09:13.081+07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Kita Tahu Kwalitas &amp; Keaslian Madu ?</title><content type='html'>Madu adalah produksi lebah yang penuh dengan tantangan bagi manusia untuk memahaminya, sampai zaman modern ini masih ada tidak kurang dari 15 jenis zat didalam Madu yang belum terdefinisikan oleh ilmu pengetahuan modern dan belum diberi nama. Karena terbatasnya ilmu manusia tersebut, membuktikan suatu Madu adalah asli menuntut tantangan tersendiri juga. Namun setidaknya ada kesepakatan umum di seluruh negara bahwa Madu dikatakan asli apabila dalam proses produksi sampai hasil akhir tidak mengalami pencampuran dengan zat apapun – selain cairan alami yang dihasilkan oleh lebah tersebut diatas. Karena Madu alami (asli) memiliki komposisi kandungan zat tertentu (sebagian sudah dikenali dan sebagian yang lain belum), maka keaslian Madu bisa di analisa melalui kandungan zat yang ada dalam Madu tersebut – yaitu pada zat yang sudah dapat dikenali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini tidak ada standar keaslian Madu di dunia, namun standar kwalitas hampir selalu ada di setiap negara. Asumsinya tentu Madu yang memenuhi standar kwalitas juga memenuhi keaslian yang dituntut, karena apabila ada pencampuran maka akan terganggulah kwalitas tersebut sehingga Madu yang tidak asli juga tidak akan memenuhi standar. Di Indonesia kwalitas Madu di atur melalui Standar Nasional Indonessia (SNI) no 01-3545-2004.  Madu yang memiliki kwalitas SNI inilah yang paling aman menjadi rujukan kwalitas Madu asli di Indonesia saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produsen ataupun pedagang Madu yang serius yang ingin memenuhi standar kwalitas sudah seharusnya selalu melakukan analisa kwalitas Madu sesuasai SNI 01-3545-2004 untuk meyakinkan bahwa Madu yang diproduksi atau dijualnya adalah Madu yang telah sesuai dengan SNI tersebut. Berikut adalah contoh hasil tes laboratorium independent Sucofindo dalam sertifikat no 0161602  untuk Madu dari Rumah Madu yang apabila dibandingkan dengan SNI untuk madu dapat dikatakan 100% memenuhi standar quality SNI.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/?action=view&amp;current=snirumahmadu.gif" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/snirumahmadu.gif" border="0" alt="Photobucket"&gt;&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/3014098963377320525/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3366604130938711227&amp;postID=3014098963377320525' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/3014098963377320525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/3014098963377320525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahmadu.com/2008/01/bagaimana-kita-tahu-kwalitas-keaslian.html' title='Bagaimana Kita Tahu Kwalitas &amp; Keaslian Madu ?'/><author><name>M. Iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17874284503748389599</uri><email>iqbal@geraidinar.com</email></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366604130938711227.post-8978809394961872509</id><published>2008-01-30T12:02:00.000+07:00</published><updated>2008-01-30T12:12:03.696+07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Madu Bisa Berkhasiat Sebagai Obat ?</title><content type='html'>Madu memiliki khasiat pengobatan untuk berbagai penyakit karena memiliki sifat-sifat sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Madu bersifat &lt;I&gt;Herbal Tonic &lt;/I&gt; dari berbagai &lt;I&gt;phytochemicals&lt;/I&gt; yang terkandung didalamnya. &lt;I&gt;Phytochemicals&lt;/I&gt; ini selain membantu penyembuhan juga membantu metabolisme tubuh. Salah satu kelas &lt;I&gt;phytochemicals&lt;/I&gt; yang penting untuk pengobatan adalah apa yang disebut &lt;I&gt; flavonoid&lt;/I&gt; yang berasal  dari berbagai tanaman pangan dan tanaman obat (di alam terdapat sangat banyak tanaman obat yang tidak selalu diketahui oleh manusia, tetapi lebah mengetahuinya dengan petunjuk Allah).&lt;br /&gt;• Madu bersifat sebagai &lt;I&gt;antioxidant&lt;/I&gt; yang akan mengendalikan radikal bebas di dalam tubuh kita. Radikal bebas atau juga biasa disebut &lt;I&gt;Reactive Oxygen Metabolities&lt;/I&gt; (ROM) ini apabila tidak dikendalikan menyebabkan inflamasi akut, panas dalam tubuh dan bengkak di sekitar luka. ROM yang tidak terkendali juga menyebabkan inflamasi kronis seperti &lt;I&gt;anthritis&lt;/I&gt;, asma, &lt;I&gt;tendonitis&lt;/I&gt; dan borok pada luka. Dengan pengendalian &lt;I&gt;antioxidant&lt;/I&gt; dari Madu, ROM dapat bekerja efektif untuk tubuh kita tetapi tidak sampai menimbulkan inflamasi yang akut maupun yang kronis. &lt;br /&gt;• Madu bersifat &lt;I&gt;antibiotic, antiseptic dan antifungal&lt;/I&gt; yang menghambat atau menghentikan pertumbuhan berbagai bakteri &lt;I&gt;patogen, microorganisme&lt;/I&gt; dan juga jamur.&lt;br /&gt;• Melalui kadar airnya yang rendah dan sifat hygrokopisnya Madu menyerap cairan dalam bakteri, jamur dan microorganisme lain sehingga mereka tidak dapat tumbuh. Sifat dan cara kerja ini yang membutak Madu efektif untuk luka luar.&lt;br /&gt;• Ketika Madu bercampur dengan cairan tubuh, enzym &lt;I&gt;glucose oxidase&lt;/I&gt; yang terkandung didalamnya akan aktif dan menghasilkan apa yang disebut &lt;I&gt;Hydrogen Peroksida&lt;/I&gt;. &lt;I&gt;Hydrogen Peroksida&lt;/I&gt; sangat efektif berperan sebagai &lt;I&gt;antiseptic dan anti-inflamatory&lt;/I&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi madu kita yakini sebagai obat selain karena di sebut di Al-Qur'an juga karena secara ilmiah-pun bisa dijelaskan. Wallahu A'lam bi Showab.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/8978809394961872509/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3366604130938711227&amp;postID=8978809394961872509' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/8978809394961872509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/8978809394961872509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahmadu.com/2008/01/bagaimana-madu-bisa-berkhasiat-sebagai.html' title='Bagaimana Madu Bisa Berkhasiat Sebagai Obat ?'/><author><name>M. Iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17874284503748389599</uri><email>iqbal@geraidinar.com</email></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366604130938711227.post-6178849558576890645</id><published>2008-01-30T11:48:00.000+07:00</published><updated>2008-01-30T12:01:33.501+07:00</updated><title type='text'>Madu – Obat Bagi Seluruh Umat Sampai Akhir Zaman</title><content type='html'>Madu adalah cairan alami yang umumnya memiliki rasa manis yang dihasilkan oleh lebah Madu dari sari bunga tanaman (floral nectar) atau bagian lain dari tanaman (extra floral nectar) atau ekskresi serangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam koloni lebah madu, madu sebenarnya berfungsi sebagai makanan utama bagi masyarakat lebah yang tinggal di koloni tersebut. Namun karena produksi madu dari koloni lebah ini pada umumnya lebih dari yang mereka butuhkan, maka kemudian manusia ikut mengambil kelebihan produksi makanaan lebah tersebut untuk berbagai kebutuhannya. Disinilah nampak kebenaran Al Qur’an di surat Al Baqarah ayat 29 yang berbunyi &lt;I&gt;” Dia-lah Allah yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu…”&lt;/I&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi kandungan kalori madu tidak jauh berbeda dengan gula, satu kilogram madu dapat memberikan sekitar 3500 kalori sedangkan satu kilogram gula dapat memberikan sekitar 3900 kalori. Di luar kalori ini madu sangat berbeda jauh dengan gula. Berikut adalah point-point dimana madu berbeda dengan gula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madu tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya, hampir seluruh zat dalam madu dapat terserap oleh tubuh dan hanya kurang dari 1/200 bagian madu yang akan dibuang oleh tubuh. Gula merupakan hasil dari berbagai proses pemanasan dimana asam organic, protein, enzyme dan vitamin yang ada di alam (tebu atau beat) terekstraksi atau rusak dan bahkan bahan-bahan berbahaya seperti &lt;I&gt;hydrochloric, phosphoric dan sulphuric acids &lt;/I&gt;masuk kedalam gula pada proses pembuatannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madu adalah pemanis alami yang proses pembuatannya tidak melibatkan sentuhan manusia. Gula adalah proses konsentrasi, denaturalisasi dan bahkan polusi terhadap hasil alam(tebu) dimana melalui proses pemanasan dalam pembuatan gula menghancurkan zat-zat yang sangat penting seperti protein, enzyme dan asam-asam organic tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madu mengandung unsur-unsur kehidupan termasuk berbagai mineral yang terkandung di dalamnya. Gula putih khususnya yang semula berasaal dari sari tebu berwarna gelap dan mengandung mineral, dalam proses yang disebut &lt;I&gt;defecation, &lt;/I&gt;mineral-mineral tersebut ‘terhilangkan’ karena apabila tidak maka tidak akan menjadi kristal-kristal gula putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madu adalah pemanis terbaik  dari kelompok gula sederhana karena untuk berasimilasi dalam tubuh tidak memerlukan aktifitas pencernaan yang berat, gula sederhana ini terkandung secara melimpah di dalam madu. Gula putih (dari tebu)  perlu pekerjaan yang berat dari system pencernaan dan kerja keras dari pankreas untuk memproduksi insulin, penggunaan gula tebu secara terus menerus membuat kemampuan kerja pancreas menurun yang kemudian menimbulkan penyakit diabetis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan-perbedaan tersebutlah yang membuat penemu insulin yaitu DR. Banting pada tahun 1929 sudah menyatakan bahwa “ Di Amerika Serikat kasus penderita diabetis meningkat sejalan dengan penggunaan gula putih (tebu), dalam pembuatan gula tebu melalui proses pemanasan dan kristalisasi sesuatu telah berubah dan menghasilkan bahan makanan yang berbahaya untuk dikonsumsi ”. Pendapat ini dikuatkan oleh ahli lain DR. Serge Veronoff yang menyatakan bahwa secara ilmiah seharusnya umur manusia rata-rata dapat mencapai 120 tahun apabila dapat meningalkan tiga bahan pangan yaitu gula, tepung dan garam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyangkut kehebatan madu dibandingkan gula DR. Harvey W. Willey, sesepuh ahli kimia dari &lt;I&gt; Department of Agricultural and Director of Bureau of Foods, Sanitation and Healths&lt;/I&gt; – USA dalam suratnya kepada &lt;I&gt; American Honey Institute &lt;/I&gt; antara lain mengingatkan untuk hati-hati mensosialisasikan madu, karena apabila semua orang tahu kelebihan madu terhadap gula maka akan timbul masalah lain yaitu tidak cukupnya produksi madu untuk memenuhi seluruh kebutuhan penduduk, dampaknya harga madu akan melonjak sangat tinggi – sehingga madu tidak lagi menjadi bahan pangan/kesehatan yang murah dan terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda yang beruntung membaca blog ini dan mengetahui kehebatan madu dibandingkan gula, sudah seharusnya mengganti seluruh menu makan dan minum Anda yang selama ini menggunakan gula dengan madu…selagi madu belum menjadi barang yang terlalu mahal untuk dibeli seperti dikawatirkan oleh DR. Willey tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;B&gt;Kandungan Madu &lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madu mengandung air 12.5% – 22 % dari beratnya (tergantung jenis produknya. Sebagai contoh madu dari Rumah Madu tipe classic mengandung air +/-18% ; tipe Gold +/-15% dan tipe platinum mendekati 12.5%) dan komposisi terbesarnya adalah monosakarida dalam bentuk glukosa dan fruktosa (75% - 85%). Selebihnya dalam persentase yang kecil adalah sukrosa, maltosa dan yang sangat penting adalah apa yang disebut sebagai &lt;I&gt; phytochemicals &lt;/I&gt; dari berbagai jenis tumbuhan, tergantung dari mana lebah memperoleh &lt;I&gt;nectar&lt;/I&gt;-nya untuk memproduksi Madu. &lt;I&gt;Phytochemicals&lt;/I&gt; adalah nama umum zat kimia alami yang aktif secara biologis yang berasal dari tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tanaman memiliki &lt;I&gt;phytochemical&lt;/I&gt;-nya sendiri-sendiri dan memiliki nama khusus tergantung tanamannya. Misalnya tomat dan semangka menghasilkan &lt;I&gt; lycopene&lt;/I&gt;, teh dan bawang menghasilkan &lt;I&gt; quercetin&lt;/I&gt;, anggur menghasilkan &lt;I&gt;anthocyanin&lt;/I&gt; dlsb. &lt;I&gt;Phytochemicals&lt;/I&gt; inilah yang antara lain berperan aktif yang membuat Madu memiliki berbagai khasiat pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber rujukan lain berdasarkan &lt;I&gt;National Honey Board &lt;/I&gt; (USA) – madu secara umum mengandung hal-hal berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen Utama Madu  Persentase (+/-)&lt;br /&gt;Air 17.1&lt;br /&gt;Fruktosa 38.5&lt;br /&gt;Glukosa 31.0&lt;br /&gt;Sukrosa 1.5&lt;br /&gt;Maltosa dan gula pereduski lainnya 7.2&lt;br /&gt;Trisakarida dan karbohidrat lainnya 4.2&lt;br /&gt;Sub Total 99.5&lt;br /&gt;Konstituen minoritas termasuk vitamin, mineral, asam amino dslb. 0.5&lt;br /&gt;Total 100</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/6178849558576890645/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3366604130938711227&amp;postID=6178849558576890645' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/6178849558576890645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/6178849558576890645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahmadu.com/2008/01/madu-obat-bagi-seluruh-umat-sampai.html' title='Madu – Obat Bagi Seluruh Umat Sampai Akhir Zaman'/><author><name>M. Iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17874284503748389599</uri><email>iqbal@geraidinar.com</email></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366604130938711227.post-1004548233988057392</id><published>2008-01-29T21:38:00.001+07:00</published><updated>2008-01-30T06:56:47.662+07:00</updated><title type='text'>Propolis - Antibiotika yang Bebas Tersedia di Alam</title><content type='html'>Propolis adalah zat yang di ekstrak dari resin yang dikumpulkan oleh lebah pekerja khusus yang tugasnya mencari resin dari daun yang baru tumbuh dan bagian kulit batang pohon tertentu. Oleh lebah pekerja di sarang resin tersebut dicampur sedikit dengan lilin lebah, Madu dan enzym sebelum akhirnya menjadi Propolis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Propolis gunanya untuk menambal sarang lebah yang bocor dan memperkuat sarang. Selain dari pada itu fungsi Propolis yang tidak kalah pentingnya  bagi lebah adalah untuk membungkus (memumikkan) bangkai binatang yang masuk kesarang lebah agar tidak menyebarkan penyakit. Jadi Propolis dipakai oleh lebah untuk mensaterilkan sarang, menghentikan pertumbuhan dan penyebaran bakteri, virus dan jamur. Belajar dari efektifitas Propolis bagi lebah inilah manusia modern kemudian ikut menggunakan Propolis dalam pengobatan khususnya untuk menghentikan pertumbuhan dan penyebaran bakteri, virus dan jamur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Propolis mengandung ratusan bahan kimia dan para ilmuwan baru berhasil mengidentifikasi dan memberi nama sekitar 30-an dari bahan-bahan tersebut. Komposisi Propolis yang baru dipanen dari sarang lebah umumnya terdiri dari kurang lebih 50% resin, 30 % lilin lebah, 10 % essential oils, 5 % Pollen dan 5 % sisa-sisa tanaman. Karena komposisinya yang demikian tidak seluruh bagian Propolis bisa dimakan sebagai obat atau makanan suplemen. Setelah dipanen dari sarangnya Propolis harus di ekstraksi dengan air atau minyak makan untuk mengambil bahan-bahan yang bisa dimakan tersebut. Di negeri barat ekstraksi juga dilakukan menggunakan ethanol atau alkohol, namun hal ini tidak halal untuk konsumsi kaum muslimin jadi ekstraksi menggunakan alkohol tidak boleh dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena lebah pekerja mengambil resin dari tanaman-tanaman sekitar tempat sarangnya, maka komposisi Propolis sangat bervariasi tergantung daerahnya, namun subhanallah seluruh Propolis memiliki khasiat pengobatan yang sangat mirip satu sama lain.  Khasiat tersebut adalah Propolis bersifat &lt;I&gt;antiseptic, antibiotic, antifungal, anti-inflamatory,&lt;/I&gt; dan kemampuan detoksifikasi. Sunggauh Allah swt. Telah memberi kemampuan lebah-lebah tersebut dimanapun mereka berada untuk mampu mengumpulkan bahan-bahan kimia yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan sarang lebah dan lebah-lebah yang tinggal di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Propolis sangat efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan melawan bakteri yang resistant terhadap antibiotik buatan manusia.  Dalam sebuah tes ilmiah dengan &lt;I&gt;cell-culture test&lt;/I&gt; terbukti Propolis paling efektif melawan bakteri patogen jenis gram poistif seperti &lt;I&gt;Staphylococcus sp.&lt;/I&gt; (antara lain penyebab infeksi saluran kencing) ,&lt;I&gt; Clostridium sp.&lt;/I&gt;(antara lain penyebab gangguan perut/gastrointestinal), &lt;I&gt;Corynebacterium diphtheriae &lt;/I&gt; (penyebab diphtheriae) dan jenis-jenis &lt;I&gt;Streptococcus sp.&lt;/I&gt; (antara lain penyebab infeksi tenggorokan, infeksi sinus dan scarlet fever).  Bakteri gram negatif yang juga efektif dilawan dengan Propolis antara lain &lt;I&gt;Klebsiella pneumonia &lt;/I&gt;(penyebab pneumonia dan bronchitis) dan &lt;I&gt;Pseudomonas sp.&lt;/I&gt; (antara lain penyebab infeksi pada luka).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti ilmiah lain adalah seperti yang dipublikasikan di &lt;I&gt; Archives of Pediatric and Adolescent Medicine&lt;/I&gt; dimana 430 anak secara random diterapi dengan Propolis selama musim dingin dan dibandingkan dengan anak lain yang diberi obat buatan pabrik. Musim dingin dipilih karena pada musim ini pada umumnya  anak-anak mudah terkena infeksi saluran pernafasan.  Hasil tes tersebut menunjukkan bahwa anak-anak yang diberi Propolis terkena infeksi saluran pernafasan 55 % lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak lain yang mendapatkan obat dari pabrik. Penelitian-penelitian lain yang dilakukan di Belanda, Rumania dan Polandia  menunjukkan hasil yang sejalan dengan penelitian tersebut diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan Propolis untuk pencuci mulut (mouth rinses) ternyata juga sangat efektif untuk menghentikan pertumbuhan bakteri-bakteri yang secara umum berada di mulut. Bakteri-bakteri ini pada umumnya menyebabkan kerusakan gigi, penyakit gusi, cavities dan plaque pada gigi. Penelitian ilmiah yang menunjang hal ini telah dilakukan antara lain di Brasil dan di Jepang. Penelitian yang di Jepang bahkan menunjukkan bukti lain bahwa pasien bedah mulut yang kemudian menggunakan Propolis sebagai pencuci mulut mengalami proses penyembuhan yang lebih cepat, lebih bersih dan rasa sakit/inflamasi yang sangat berkurang dibandingkan pasien lain yang menggunakan pencuci mulut buatan pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Propolis yang dicampur dengan Madu terbukti menyembuhkan luka lebih cepat dari &lt;I&gt; Silver Sulfadiazine (SS) &lt;/I&gt;. Di Brasil bahkan Propolis telah digunakan untuk pengobatan AIDS karena terbukti menghambat replikasi virus HIV. Penelitian di &lt;I&gt;State Medical University of Ukraina&lt;/I&gt; juga membuktikan seluruh pasien yang terkena &lt;I&gt;Herpes Simplex Infection&lt;/I&gt; berhasil disembuhkan dengan Propolis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian-penelitian lain di berbagai negara tidak henti-hentinya menemukan bukti baru atas efektifitas Propolis sebagai obat untuk berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan masuknya bahan kimia berbahaya kedalam tubuh (keracunan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lima alasan mengapa Propolis dapat menjadi obat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Lebih dari 180 phytochemicals ada di dalam Propolis antara lain flavonids, berbagai turunan asam orbanic, phytosterols, terpenoids dlsb. Zat-zat ini terbukti memiliki berbagai sifat &lt;I&gt; anti-inflamatory, antimicrobial, antihistimanine, antimutagenic &lt;/I&gt; dan &lt;I&gt; anti allergenic.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt;• &lt;I&gt;Flavonids &lt;/I&gt; yang ada dalam Propolis selain bersifat &lt;I&gt; antioxidant&lt;/I&gt; yang mencegah infeksi, juga menumbuhkan jaringan. Kandungan pimia Propolis yang meningkatkan tumbuhnya jaringan tersebut antara lain adalah sebagai akibat dari sifat &lt;I&gt; tissue strengthening&lt;/I&gt; dan &lt;I&gt; regenerative effect &lt;/I&gt; dari &lt;I&gt;quercetin, kaemferol, epigenin dan luteolin.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt;• Aktifitas antibiotic dari &lt;I&gt;phytochemicals&lt;/I&gt; yang ada di dalam Propolis antara lain disebabkan oleh berbagai turunan asam organic seperti &lt;I&gt;cinnamic, ferrulic, benzoic, caffeic, coumaric, terpenes&lt;/I&gt; dan turunan-tuirunn berikutnya seperti &lt;I&gt;limonene, p-cymene, eugenol, galangin dan quercetin.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt;• Sifat antifungal yang ada di Propolis yang dihasilkan oleh &lt;I&gt;phytochemicals &lt;/I&gt;seperti &lt;I&gt;flavonoids pinocembrin, quercetin, sakauranetin &lt;/I&gt;dlsb.&lt;br /&gt;• Sifat antivius Propolis yang berasal dari turunan-turunan asam organik seperti &lt;I&gt;Caffeic Acid Phenethyl Ester &lt;/I&gt;(CAPE).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Propolis tersedia di pasaran dalam bentuk yang sudah ditabletkan, kapsul atau berupa cairan. Penggunaan Propolis sebagai suplemen makanan cukup satu atau dua tablet/kapsul sehari atau setara dengan 250 mg – 500 mg.  Cara lain konsumsi Propolis yang efektif (terutama yang berupa cairan)  adalah dengan mencampurnya kedalam Madu. Penggunaan sebagai obat dapat dua sampai tiga kali dosis tersebut diatas.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/1004548233988057392/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3366604130938711227&amp;postID=1004548233988057392' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/1004548233988057392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/1004548233988057392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahmadu.com/2008/01/propolis-antibiotika-yang-bebas.html' title='Propolis - Antibiotika yang Bebas Tersedia di Alam'/><author><name>M. Iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17874284503748389599</uri><email>iqbal@geraidinar.com</email></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366604130938711227.post-4580699287878580477</id><published>2008-01-29T10:02:00.000+07:00</published><updated>2008-01-30T06:58:32.158+07:00</updated><title type='text'>Madu Sebagai Obat Dalam Al-Qur'an dan Al-Hadits</title><content type='html'>Nash Al Qur’an yang secara sangat jelas mengungkap bahwa madu sebagai obat adalah ayat berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;“Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan”. &lt;/I&gt; (QS An- Nahl: 69).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan hadits shahih Rasulullah S.A.W yang mengungkapkan madu sebagai obat adalah sebagi berikut: &lt;I&gt;Dari Ibnu Abbas R.A. dari Rasulullah S.A.W. : ”Kesembuhan  dari  penyakit itu dengan melakukan tiga hal :  berbekam, minum madu   dan dibakar  dengan  besi  panas. Tetapi aku melarang umatku membakar dengan besi panas itu”. &lt;/I&gt;HR. Shahih Bukhari.  Meskipun dengan ayat Al Qur’an yang jelas dan hadits yang shahih sekalipun, mungkin kita masih ragu bahwa madu lah obat bagi penyakit kita – maka hal inipun manusiawi dan Rasulullah S.A.W. pun memberikan contoh yang komplit bagi kita dengan hadits shahih berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Kudri :&lt;I&gt; Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah S.A.W. dan berkata, “ Saudaraku sedang mengalami sakit perut”  kemudian Rasulullah, S.A.W berkata kepada laki-laki tersebut, “Suruh dia minum madu”, Laki-laki tersebut kembali kepada Rasulullah, S.A.W dan beliau berkata kembali “Suruh dia minum madu”, Laki-laki tersebut kembali untuk ketiga kalinya dan Rasulullah tetap berkata “Suruh dia minum madu” , kemudian laki-laki itu kembali dan berkata “ Sudah saya lakukan ya Rasulallah”, kemudian Rasulullah S.A.W. bersabda “Allah telah menyampaikan yang benar, tetapi perut saudaramu berbohong, suruh dia minum madu”.  Kemudian laki-laki itu meminta saudaranya untuk kembali minum madu dan dia sembuh.&lt;/I&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/4580699287878580477/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3366604130938711227&amp;postID=4580699287878580477' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/4580699287878580477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/4580699287878580477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahmadu.com/2008/01/madu-sebagai-obat-dalam-al-quran-dan-al.html' title='Madu Sebagai Obat Dalam Al-Qur&apos;an dan Al-Hadits'/><author><name>M. Iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17874284503748389599</uri><email>iqbal@geraidinar.com</email></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366604130938711227.post-5244133226868624466</id><published>2008-01-29T09:57:00.000+07:00</published><updated>2008-01-30T07:00:04.193+07:00</updated><title type='text'>Kesehatan Dan Aqidah</title><content type='html'>&lt;I&gt;“Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku,” &lt;/I&gt; demikianlah Al Qur’an bertutur diantara kalimat-kalimat tauhid yang diutarakan oleh Ibrahim A.S. dalam surat Ash Shu’ara : 80.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita yang khususnya hidup di Indonesia di jaman ini, dapat lebih mudah memahami mengapa ayat penyembuhan tersebut diungkapkan di Al qur’an diantara kalimat-kalimat tauhid.  Hal ini menjadi sangat relevan sekarang ini karena mayoritas kemusrikan datang dan merusak keimanan umat Islam melalui jalur pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pengobatan medis menjadi terlalu mahal bagi sebagian besar umat Islam, atau karena memang keterbatasannya pengobatan medis tidak selalu memberikan hasil yang optimal, maka pengobatan alternative sering dianggap dapat memberikan solusi.  Masalahnya timbul apabila pengobatan alternative tersebut menggunakan cara-cara yang tidak masuk akal dan cara-cara yang tidak ada tuntunannya, maka pengobatan altertanif tersebut hampir pasti mengandung kemusrikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam diwajibkan berikhtiar dalam mencari penyembuhan apabila sakit, namun penyembuhan tersebut haruslah sesuai dengan akal sehat  – karena Islam adalah agama yang masuk akal- berobat ke dokter/rumah sakit adalah yang masuk kategori yang dianjurkan ini. Atau terkadang ilmu kita belum sampai untuk memikirkannya secara akal sehat namun ada tuntunannya dari Uswatun Hasanah kita Rasulullah SAW. Contoh pengobatan yang masuk kategori ini adalah pengobatan dengan bekam dan pengobatan dengan madu.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/5244133226868624466/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3366604130938711227&amp;postID=5244133226868624466' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/5244133226868624466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/5244133226868624466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahmadu.com/2008/01/kesehatan-dan-aqidah.html' title='Kesehatan Dan Aqidah'/><author><name>M. Iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17874284503748389599</uri><email>iqbal@geraidinar.com</email></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366604130938711227.post-484209666298494001</id><published>2008-01-28T18:15:00.000+07:00</published><updated>2008-01-28T18:19:52.258+07:00</updated><title type='text'>Apakah Madu Aman Bagi Penderita Diabetis ?</title><content type='html'>Penderita diabetis umumnya mempunyai masalah dalam produksi insulin yang digunakan untuk memecah zat gula  (terutama sukrosa yaitu jenis gula disakarida) yang masuk kedalam tubuh agar bisa diserap oleh tubuh.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal Madu, rasa manis yang dihasilkan oleh Madu adalah dari jenis gula yang berbeda (terutama fruktosa yaitu jenis gula monosakarida) yang langsung dapat diserap oleh tubuh tanpa membutuhkan enzym. Jadi Madu adalah pemanis alami yang aman bagi penderita diabetis.  Bahkan sudah terbukti secara ilmiah bahwa Madu juga sangat efektif untuk pengobatan luka yang timbul karena penyakit diabetis ini. Salah satu yang telah membuktikan keamanan Madu untuk penderita diabetis ini adalah Dr. Jamal Burhan dari Universitas Iskandariyah Mesir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman awam bahwa diabetes disebabkan oleh gula dan oleh karenanya orang yang sakit diabetes harus menghindari yang manis-manis, ternyata tidak sepenuhnya benar. Ternyata tidak seluruh rasa manis dapat menyebabkan diabetes. Rasa manis dari madu ternyata aman bahkan bagi penderita diabetis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh lagi, madu ternyata juga sangat efektif untuk mengobati luka akibat sakit diabetes yang sudah parah – dan ketika seluruh jenis obat sudah tidak mempan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Allah yang maha tahu saja meresepkan langsung madu sebagai obat ? Apakah mungkin madu memiliki mudharat yang lebih besar dari manfaatnya bagi siapapun termasuk penderita diabetis ? ...tentu tidak !. Wallahu A'lam</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/484209666298494001/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3366604130938711227&amp;postID=484209666298494001' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/484209666298494001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/484209666298494001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahmadu.com/2008/01/apakah-madu-aman-bagi-penderita.html' title='Apakah Madu Aman Bagi Penderita Diabetis ?'/><author><name>M. Iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17874284503748389599</uri><email>iqbal@geraidinar.com</email></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366604130938711227.post-1392148009750295548</id><published>2008-01-28T18:13:00.000+07:00</published><updated>2008-01-28T18:14:54.788+07:00</updated><title type='text'>Penggunaan Madu Sebagai Obat Luar...</title><content type='html'>Dalam uraian lain di blog ini insyaallah dijelaskan beberapa bukti mengenai efektifitas madu dalam penyembuhan luka, berikut adalah penerapan yang direkomendasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jumlah madu yang diperlukan tergantung dari cairan yang keluar dari luka. Frequency penggantian pembalut madu tergantung dari berapa cepat madu tercampur dengan cairan yang keluar dari luka. Untuk luka yang tidak mengeluarkan cairan, penggantian pembalut dapat dilakukan dua kali dalam satu minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penerapan yang baik adalah madu ditaruh dahulu pada pembalut yang dapat menyerap madu, karena apabila dituangkan langsung ke luka akan menyebar kemana-mana dan tidak mengenai sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Madu umumnya tidak langsung terserap ke pembalut tetapi melaui pelekatan pembalut pada bagian tubuh yang luka dan pengaruh panas tubuh. Apabila madu terlalu kental dapat dicairkan dengan air sebanyak 1/20 bagian madu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pada kondisi tertentu madu dapat dioleskan langsung ke bagian tubuh yang luka baru kemudian ditutup dengan pembalut yang adhesive, namun cara ini tidak direkomendasikan bila luka mengeluarkan cairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Untuk luka yang mengeluarkan cairan yang banyak, pembalut madu yang kedua dapat diterapkan diatas pembalut yang pertama untuk menampung rembesan cairan dari pembalut pertama. Pembalut kedua ini sebaiknya digunakan jenis polyurethane karena apabila digunakan pembalut yang menyerap akan menjauhkan madu dari luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Apabila dalam kasus tertentu pembalut madu tidak dapat langsung diterapkan pada luka (misalnya takut lengket), maka dapat dipakai pembalut yang tidak lengket dahulu untuk menutup luka – baru kemudia pembalut madu. Pembalut antara tersebut harus yang berpori-pori agar madu dapat mencapai bagian tubuh yang luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pembalut alginate yang diisi madu dapat juga dipakai sebagai pengganti pembalut dari kapas/selulose karena alginate akan berubah menjadi gel lunak yang mengandung madu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Rongga-rongga di daerah luka perlu diolesi dahulu dengan madu sebelum pembalut madu diterapkan, hal ini agar komponen antibacterial dari madu seluruhnya terserap oleh jaringan madu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Madu aman untuk dioleskan langsung ke daerah luka yang terbuka karena madu selalu larut dalam air dan mudah dibersihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Karena infeksi juga mungkin terjadi pada jaringan disekitar bagian tubuh yang luka, pembalut perlu diperluas sampai menutupi sekitar daerah yang mengalami luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dianjurkan dalam penerapan pengobatan dengan madu ini, pasien tetap dalam pengawasan dokter yang berkompeten</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/1392148009750295548/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3366604130938711227&amp;postID=1392148009750295548' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/1392148009750295548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/1392148009750295548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahmadu.com/2008/01/penggunaan-madu-sebagai-obat-luar.html' title='Penggunaan Madu Sebagai Obat Luar...'/><author><name>M. Iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17874284503748389599</uri><email>iqbal@geraidinar.com</email></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366604130938711227.post-6802272398888332795</id><published>2008-01-28T18:03:00.000+07:00</published><updated>2008-01-28T18:10:49.511+07:00</updated><title type='text'>Lebah dan Misi Hidupnya Di Bumi...</title><content type='html'>Dalam sejarah umur bumi telah terjadi sejumlah pemusnahan makhluk-makhluk bumi dan sejumlah umat terdahulu. Hal ini tercatat dalam Alqur’an maupun bukti-bukti ilmiah dari berbagai temuan fosil bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al Qur’an kita dapat belajar bagaimana kaum Nabi Nuh, kaum Nabi Luth dan Kaum nabi Sholeh dimusnahkan oleh Allah. Namun jauh sebelum bumi dihuni manusia, konon di bumi selama jutaan tahun dihuni makhluk lain dan yang terbukti secara ilmiah adalah dinosaurus dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sejumlah fosil makhluk bumi purba, dinosaurus dan sejenisnya hidup dibumi selama jutaan tahun sebelum akhirnya dimusnahkan Allah pada jaman &lt;I&gt;Mesozoic&lt;/I&gt; antara 64-66 juta tahun lalu atau sekitar 65 juta tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan pemusnahan dinosaurus, pemusnahan yang menimpa kaum Nabi Nuh sebenarnya ‘relative baru’ atau secara kasar diperkirakan hanya sekitar 100,000 tahun lalu; orang-orang diluar Islam bahkan memperkirakannya hanya beberapa ribu tahun lalu – tetapi ini tidak mungkin menurut Islam, karena yang jelas didalam Alqur’an dijelaskan bahwa Nabi Nuh berdakwah 950 tahun sebelum akhirnya berdoa kepada Allah untuk dimusnahkannya kaumnya yang tidak mendengar seruannya. Manusia yang umurnya mencapai hampir seribu tahun tidak hidup di jaman akhir-akhir ini termasuk jamannya mesir kuno sekitar 4000 tahun lalu. Pada jaman mesir kuno usia manusia sudah tidak jauh beda dengan usia kita sekarang – lihat mumi-mumi Fir’aun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Islam kapan umat Nabi Nuh dimusnahkan bukanlah hal yang penting, yang terpenting adalah bagaimana kita bisa mengambil pelajaran dari setiap kejadian pemusnahan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benang merah setiap umat yang dimusnahkan adalah karena keingkaran mereka atas keesaan Allah, penolakan mereka atas perintah Allah atau atas kesombongan mereka. Sebaliknya mereka yang diselamatkan adalah mereka yang meng-esa-kan Allah, mematuhi perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benang merah ini disarikan oleh Nabi Nuh dalam pesan kepada anak ketutrunannya menjelang ajal beliau, yaitu diperintahkan anak keturunannya untuk melaksanakan dua hal dan menjauhi dua hal. &lt;br /&gt;Dua hal yang diperintahkan adalah pertama untuk menegakkan tauhid tidak ada Tuhan selain Allah, dan yang kedua adalah apabila tujuh lapis bumi dan tujuh lapis langit (surga) ditimbang di satu sisi dan disisi yang lain kalimat Tidak Ada Tuhan Selain Allah maka yang terakhir ini akan tetap lebih berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hal yang dilarang atau diminta jauhi adalah pertama mensekutukan Allah dan yang kedua berbuat/bersikap sombong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa relevansinya cerita kemusnahan umat Nabi Nuh dengan lebah di pertanyaan ini ? relevansinya adalah kemiripan misi yang dibawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti-bukti ilmiah dari fosil-fosil di jaman &lt;I&gt;Mesozoic&lt;/I&gt; ternyata lebah dari sub family trigona seperti yang ada sekarang telah pula ada di jaman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pertanyaannya adalah makhluk lain yang perkasa di jaman itu dimusnahkan oleh Allah tetapi lebah termasuk yang diselamatkan – misi apa yang dibawanya ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi lebah ini ternyata dijelaskan Allah sekitar 65 juta tahun kemudian yaitu melalui Al Qur’an surat An Nahl 68 – 69 berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia". Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.&lt;/I&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dua ayat tersebut jelas bahwa misi lebah dibumi adalah untuk mendampingi umat manusia dan menyediakan obat untuk manusia. Bahkan dari kalimat &lt;I&gt;“….dan temnpat-tempat yang dibikin manusia” &lt;/I&gt; kita juga bisa mengerti bahwa lebah adalah satu-satunya binatang yang didalam Al Qur’an sudah disebutkan untuk bekerja sama dengan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin agak sulit bagi kita untuk memahami mengapa misi menyediakan obat bagi manusia ini begitu pentingnya – sehingga lebahpun diselamatkan ketika terjadi pemusnahan makhluk-makhluk perkasa dijamannya. Misi tersebut akan menjadi lebih mudah kita pahami akhir-akhir ini khususnya bagi kita yang hidup di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemusrikan paling mudah menyerang umat Islam di Indonesia pada saat dia atau keluarganya menderita sakit, dengan mudah mereka mengambil jalan pintas ke perbagai pengobatan alternatif – padahal berbagai pengobatan alternatif yang ada sebagiannya mengandung kemusrikan. Disinilah pentingnya kita dalam memilih pengobatan (atau apapun masalah kita) untuk menggunakan tuntunan yang ada di Al –Qur-an dan Al Hadits. Dalam pengobatan contohnya yaitu Allah sendiri yang telah mengabarkan kepada kita obat tersebut di dalam Al Quran lewat dua ayat tersebut diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jelas bagi kita bahkan lebahpun punya misi mengesakan Allah, sama seperti misi utusan-utasan Allah yang diselamatkan seperti Nabi Nuh, Nabi Luth  Nabi Sholeh dan tentu nabi akhir jaman Muhammad SAW.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/6802272398888332795/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3366604130938711227&amp;postID=6802272398888332795' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/6802272398888332795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366604130938711227/posts/default/6802272398888332795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahmadu.com/2008/01/lebah-dan-misi-hidupnya-di-bumi.html' title='Lebah dan Misi Hidupnya Di Bumi...'/><author><name>M. Iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17874284503748389599</uri><email>iqbal@geraidinar.com</email></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366604130938711227.post-1045467432630352488</id><published>2008-01-28T07:59:00.000+07:00</published><updated>2008-01-28T08:07:37.902+07:00</updated><title type='text'>Frequently Asked Question : Tanya Jawab Tentang Madu</title><content type='html'>Tanya:&lt;br /&gt;Mengapa kita harus memikirkan kesehatan kita secara serius meskipun saat Ini kita lagi dalam kondisi sehat wal afiat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;Mungkin belum pernah timbul pertanyaan yang serius dalam masalah kesehatan  di benak kita apabila saat ini kita dalam kondisi sehat, suami/istri kita sehat, dan demikian pula anak-anak kita semua sehat. Namun apakah apakah kita yakin 100 % kondisi kesehatan tersebut terus dapat kita nikmati ?...sampai kapan ?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau suatu saat kitaa atau bagian dari keluarga tercinta harus mengalami sakit dan perlu perawatan di rumah sakit ?  siapkah kita dengan biayanya ?, adakah tabungan khusus untuk ini ?, kalau ada berapa besar tabungan tersebut harus kita alokasikan untuk biaya kesehatan sewaktu-waktu ? sepuluh – duapuluh juta cukup ? atau seratus - dua ratus juta cukup ?. Kalau kita tidak punya tabungan barangkali ada anggota keluarga yang bersedia menolong kita pada saat dibutuhkan, namun berapa besar keluarga tersebut bersedia membantu kita ? bersediakah mereka membantu sepuluh-duapuluh juta ?, atau seratus – dua ratus juta ?. ...tidak pernah ada yang tahu pasti berapa cukupnya biaya kesehatan ini harus kita alokasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dari kita mungkin termasuk segolongan kecil yang beruntung dari penduduk Indonesia yang sudah memperoleh jaminan kesehatan dari pemerintah ataupun dari perusahaan tempat kita bekerja. Apakah kita puas dengan layanan dari jaminan tersebut ?, Apakah premi atau kontribusi yang dibebankan kepada kita atau perusahaan kita sudah adil ? kalau kita selama ini sehat bertahun-tahun dan alhamdulillah tidak pernah dirawat di rumah sakit, kemana larinya premi atau iuran yang kita bayar bertahun-tahun tersebut ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita tidak yakin 100% punya jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, maka kita perlu mempertimbangkan solusi pengobatan menggunakan tuntunan yang sesuai dengan syariah beserta pengelolaan biaya kesehatan secara syariah yang kami rangkum dalam seluruh tanya jawab di buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini sengaja kami susun dalam format tanya jawab agar memudahkan pembaca melompat dari satu pertanyaan ke pertanyaan lainnya sesuai dengan informasi yang ingin diperolehnya. Dengan format tanya jawab demikian, pembaca tidak harus membaca seluruh bab secara berurutan melainkan cukup  pada pertanyaan atau serangkaian pertanyaan yang menjadi focus keingin tahuaannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;B&gt; Biaya Kesehatan dan Pengelolaannya Secara Islami &lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya:&lt;br /&gt;Mengapa biaya kesehatan terus meningkat dari waktu ke waktu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: &lt;br /&gt;Masalah kesehatan adalah masalah yang sangat serius bagi mayoritas penduduk Indonesia, tidak hanya masyarakat dengan status ekonomi rendah yang bermasalah bahkan juga  masyarakat yang status ekonominya tertinggi sekalipun. Diperkirakan hanya kurang dari sepertiga masyarakat dengan status ekonomi tertinggi yang telah mendapatkan perlindungan kesehatan dalam berbagai bentuknya, untuk masyarakat dengan status ekonomi terendah tentu posisinya jauh lebih buruk lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah ini diperburuk dengan kenyataan bahwa biaya kesehatan untuk setiap individu dari waktu ke waktu akan naik secara ekponensial yang didorong oleh setidaknya tiga factor yaitu factor usia, inflasi dan memburuknya kwalitas lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor usia misalnya, pada tahun yang sama orang yang berusia 35 tahun memiliki index biaya kesehatan 100 maka orang yang berusia 60 tahun secara statistik akan memiliki index biaya kesehatan 334, sedangkan orang yang berusia 80 tahun index biaya kesehatannya akan mencapai 460.  Artinya secara statistik pada tahun yang sama orang yang berusia 60 tahun akan memerlukan biaya kesehatan sekitar 3.3 kali dari orang yang berusia 35 tahun, sedangkan orang yang berusia 80 tahun akan memerlukan biaya kesehatan 4.6 kalinya dari yang berusia 35 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inflasi juga jelas bahwa factor-faktor biaya kesehatan baik itu berupa obat, peralatan medis, dan sarana penunjang kesehatan terus meningkat dari tahun ketahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor ketiga yang sangat mengerikan dampaknya pada masyarakat luas adalah memburuknya kwalitas lingkungan, sehingga muncul berbagai penyakit-penyakit baru yang sekian tahun lalu tidak dikenal. AIDS, flu burung, SARS adalah penyakit-penyakit mematikan yang relative baru dikenal dalam beberapa dekade belakangan. Kita sungguh sulit membayangkan penyakit-penyakit baru apalagi yang akan muncul dalam beberapa decade kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ketiga factor tersebut digabungkan, kemudian diproyeksikan beberapa tahun kedepan – maka hasilnya sungguh mengkawatirkan. Ambil contoh orang yang saat ini berusia 35 tahun dengan index biaya kesehatan 100, maka pada saat orang yang sama berusia 60 tahun – yaitu dalam 25 tahun yang akan datang – maka dapat diproyeksikan index biaya kesehatannya akan mencapai 2479, dan pada saat yang bersangkutan berusia 65 tahun – index biaya kesehatan menjadi  5144. Artinya biaya kesehatan rata-rata orang yang saat ini berusia 25 tahun, akan naik  hampir 25 kalinya untuk orang yang sama dalam dua puluh lima tahun yang akan datang, dan apabila yang bersangkutan masih hidup lima tahun kemudian (usia 65 tahun) maka biaya kesehatannya akan mencapai lebih dari 51 kali biaya kesehatan dia saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya:&lt;br /&gt;Apa ada solusi yang Islami untuk mengatasi biaya kesehatan yang terus meningkat tersebut ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;Dalam Alqur’an Surat Al Maidah Ayat 2 Allah berfirman ”... dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran…..”.  Kemudian Rosulullah juga bersabda ” Orang-orang mukmin dalam kecintaan dan kasih saying mereka seperti satu badan. Apabila salah satu anggota badan itu menderita sakit, maka seluruh badan merasakannya.” (HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tuntunan tersebut, maka tiada jalan lain bahwa sesama anggota masyarakat harus tolong-menolong satu sama lain untuk mengatasi masalah bersama tersebut. Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana kita bisa melakukan tolong-menolong secara efektif dan dengan komitmen penuh untuk saling menolong saudara kita secara maksimal; saudara kita yang sakit harus ditolong dengan pengobatannya sampai sembuh.  Menjenguk mereka yang sakit sangat- sangat dianjurkan, begitu pula meringankan beban saudara kita yang kesusahan.  Hal ini semua dapat dilakukan apabila kegiatan tolong menolong tersebut dikelola secara amanah dan sistematis sehingga terjalin mekanisme yang optimal, yang sehat dan berkecukupan berkontribusi membantu yang sakit dan lagi membutuhkan bantuan.  Pada saatnya nanti bergantian, orang yang tadinya sehat dan berkecukupan sekian tahun yang akan datang kesehatannya memburuk demikian pula kemungkinan kemampuan keuangannya (misalnya pensiun) , pada saat itulah orang lain ganti membantu dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya :&lt;br /&gt;Apakah sistem ideal solusi Islami bisa berjalan di jaman modern ini ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;Tentu bisa – yaitu melalui mekanisme tolong menolong yang dikelola secara modern dalam bentuk Asuransi Syariah ataupun Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM) yang dikelola secara syariah.  Berbeda dengan konsep Asuransi Konvensional yang prinsip dasarnya memindahkan risiko dari masyarakat (Tertanggung) ke perusahaan asuransi (Penanggung) sehingga dalam mengatasi masalah yang diuraikan tersebut diatas konsep asuransi konvensional bisa merugi yaitu apabila premi yang dikumpulkan tidak sebanding dengan biaya risiko kesehatan yang naik secara eksponensial, pada saat yang lain anggota masyarakat dapat merugi dengan membayar premi berlebihan untuk sesuatu yang tidak pasti (risiko kesehatan) – karena praktek yang demikian maka operasi Asuransi Konvensional mengandung apa yang disebut Gharar yang dilarang dalam syariah Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asuransi syariah prinsip dasarnya adalah tolong-menolong sesama anggota masyarakat yang difasilitasi oleh operator yang bisa berupa(perusahaan) Asuransi Syariah ataupun berupa JPKM.  Karena operator (perusahaan) Asuransi Syariah (atau JPKM) hanya wakil dari sekelompok masyarakat yang saling bekerjasama tolong-menolong tersebut maka dia tidak berhak mengambil untung dari kelebihan premi (dalam asuransi syariah disebut kontribusi, dalam JPKM disebut iuran anggota).  Apabila kontribusi yang dikumpulkan oleh operator melebihi biaya yang ditanggung, maka kelebihan tersebut adalah milik kelompok masyarakat yang ikut sebagai peserta program asuransi syariah tersebut.  Sebagai wakil peserta, operator hanya berhak menerima Wakalah Fee yang besarnya disepakati didepan.  Atau apabila disepakati, operator juga berhak memperoleh sebagian hasil investasi dari dana kontribusi yang terkumpul tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya:&lt;br /&gt;Mengapa kita perlu berasuransi kesehatan secara syariah atau ikut JPKM yang dikelola secara syariah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;Dengan prinsip tolong-menolong, kemudian kelebihan kontribusi yang terkumpul tetap milik peserta (bukan menjadi keuntungan perusahaan asuransi sebagaimana di asuransi konvensional); maka peserta asuransi kesehatan dengan konsep syariah atau JPKM syariah akan mempunyai tiga kebajikan sekaligus. Pertama apabila kontribusi yang dibayarkan digunakan untuk membiayai pengobatan peserta lain, maka dia memperoleh kebajikan telah ikut menolong saudaranya yang sakit . Kedua adalah apabila dia sendiri sakit,  maka sejumlah peserta lain bersama-sama menolong pengobatan dia – yang bisa jadi biayanya jauh diluar kemampuannya apabila harus membiayainya sendiri.  Kebajikan ketiga apabila dana kontribusi tersebut tidak terpakai, atau hanya terpakai sebagian – maka kelebihannya tetap tercatat atas nama peserta yang terakumulasi dari waktu kewaktu semakin membesar.  Dana kelebihan kontribusi (semasa sehat) ini akan terus menerus tembuh sehingga dapat mengimbangi skenario kenaikan biaya kesehatan yang naik secara  eksponensial tersebut diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grafik dibawah ini memberikan illustrasi bagaimana peserta Asuransi Kesehatan secara syariah akan dapat mengendalikan biaya kesehatannya dari waktu ke waktu. Sebagi contoh: Apabila seorang yang saat ini berusia 35 tahun akan memerlukan biaya kesehatan mendekati 51 kalinya pada saat nanti yang bersangkutan berusia 60 tahun; maka melalui konsep tolong menolong dalam Asuransi Syariah; maka yang bersangkutan hanya perlu membayar sekitar 5 kali dari biaya sekarang pada saat yang bersangkutan berusia 65 tahun. Bahkan pada tahun-tahun tertentu yang bersangkutan dapat dibebaskan sama sekali dari membayar biaya kontribusi – yaitu pada tahun-tahun dimana akumulasi kelebihan kontribusi tahun-tahun sebelumnya telah melebihi biaya kontribusi tahun berikutnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;B&gt;Kesehatan dan Aqidah &lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya:&lt;br /&gt;Apa hubungannya masalah kesehatan dengan aqidah kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;“Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku,”  demikianlah Al Qur’an bertutur diantara kalimat-kalimat tauhid yang diutarakan oleh Ibrahim A.S. dalam surat Ash Shu’ara : 80.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita yang khususnya hidup di Indonesia di jaman ini, dapat lebih mudah memahami mengapa ayat penyembuhan tersebut diungkapkan di Al qur’an diantara kalimat-kalimat tauhid.  Hal ini menjadi sangat relevan sekarang ini karena mayoritas kemusrikan datang dan merusak keimanan umat Islam melalui jalur pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pengobatan medis menjadi terlalu mahal bagi sebagian besar umat Islam, atau karena memang keterbatasannya pengobatan medis tidak selalu memberikan hasil yang optimal, maka pengobatan alternative sering dianggap dapat memberikan solusi.  Masalahnya timbul apabila pengobatan alternative tersebut menggunakan cara-cara yang tidak masuk akal dan cara-cara yang tidak ada tuntunannya, maka pengobatan altertanif tersebut hampir pasti mengandung kemusrikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam diwajibkan berikhtiar dalam mencari penyembuhan apabila sakit, namun penyembuhan tersebut haruslah sesuai dengan akal sehat  – karena Islam adalah agama yang masuk akal- berobat ke dokter/rumah sakit adalah yang masuk kategori yang dianjurkan ini. Atau terkadang ilmu kita belum sampai untuk memikirkannya secara akal sehat namun ada tuntunannya dari Uswatun Hasanah kita Rasulullah SAW. Contoh pengobatan yang masuk kategori ini adalah pengobatan dengan bekam dan pengobatan dengan madu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya :&lt;br /&gt;Apakah ada tuntunannya madu sebagai obat dalam Al Qur’an dan Al Hadits ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab :&lt;br /&gt;Nash Al Qur’an yang secara sangat jelas mengungkap bahwa madu sebagai obat adalah ayat berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan”.  (QS An- Nahl: 69).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan hadits shahih Rasulullah S.A.W yang mengungkapkan madu sebagai obat adalah sebagi berikut: Dari Ibnu Abbas R.A. dari Rasulullah S.A.W. : ”Kesembuhan  dari  penyakit itu dengan melakukan tiga hal :  berbekam, minum madu   dan dibakar  dengan  besi  panas. Tetapi aku melarang umatku membakar dengan besi panas itu”. HR. Shahih Bukhari.  Meskipun dengan ayat Al Qur’an yang jelas dan hadits yang shahih sekalipun, mungkin kita masih ragu bahwa madu lah obat bagi penyakit kita – maka hal inipun manusiawi dan Rasulullah S.A.W. pun memberikan contoh yang komplit bagi kita dengan hadits shahih berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Kudri : Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah S.A.W. dan berkata, “ Saudaraku sedang mengalami sakit perut”  kemudian Rasulullah, S.A.W berkata kepada laki-laki tersebut, “Suruh dia minum madu”, Laki-laki tersebut kembali kepada Rasulullah, S.A.W dan beliau berkata kembali “Suruh dia minum madu”, Laki-laki tersebut kembali untuk ketiga kalinya dan Rasulullah tetap berkata “Suruh dia minum madu” , kemudian laki-laki itu kembali dan berkata “ Sudah saya lakukan ya Rasulallah”, kemudian Rasulullah S.A.W. bersabda “Allah telah menyampaikan yang benar, tetapi perut saudaramu berbohong, suruh dia minum madu”.  Kemudian laki-laki itu meminta saudaranya untuk kembali minum madu dan dia sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya :&lt;br /&gt;Mengapa dalam hal pengobatanpun kita harus memilih yang Islami ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;Apabila kita atau salah satu dari anggota keluarga kita ada yang sakit, maka berusaha mencarai pengobatan untuk penyembuhannya adalah termasuk medan ikhtiar yang disunahkan-meskipun hanya Allah-lah yang bisa menyembuhkannya. Namun ikhtiar yang mana yang kita harus tempuh ? jawabannya tergantung dengan banyak hal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhtiar pertama yang paling umum dilakukan adalah berobat ke dokter atau rumah sakit. Ikhtiar ini bagian dari yang diijinkan, banyak sekali temuan medis yang memang akhirnya bisa menjadi perantara penyembuhan kita - namun ingat bahwa hanya Allahlah yang menyembuhkan kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun banyak yang berhasil, namun ikhtiar dengan ke dokter maupun rumah sakit memang banyak juga yang tidak berhasil atau paling tidak tidak menyembuhkan pasien secara 100 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah lain dengan pengobatan melalui obat hasil pabrik farmasi besar dan berobat ke rumah sakit sering dianggap terlalu mahal. Hal ini tidak hanya terjadi di negara miskin dengan tingkat penghasilan penduduk yang rendah seperti Indonesia, tetapi hal yang sama juga dirasakan oleh penduduk negara maju seperti Amerika Berikat. Bahkan dalam salah satu buku yang terbit akhir tahun 2005 lalu ada disebutkan bahwa juaan penduduk Amerika bangkrut setiap tahunnya gara-gara tidak mamapu membiayai biaya kesehatannya. Lebih jauh buku tersebut juga meramalkan kebangkrutan Amerika kurang dari dua puluh tahun yang akan datang karena biaya kesehatan yang tidak tertahankan lagi. gejalanya sudah ada yaitu di bulan November tahun 2005 lalu ikon industri mereka General Motor sudah berencana merumahkan 30,000 buruh dan menutup 12 pabrik karena biaya kesehatan yang tidak tertahankan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kembali ke masalah kita, biaya kesehatan secara konvensional (dengan obat produksi pabrik dan/atau perawatan rumah sakit) yang sering tidak mampu kita tanggung ini - membuat sebagian besar masyarakat kita lari ke pengobatan alternatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya pengobatan alternatif yang ada di masyarakat banyak yang mengandung syirik yang justru membahayakan akidah.&lt;br /&gt;Musibah kesehatan yang seharusnya menjadi pengurang dosa-dosa kita apabila kita bersabar - malah sering menjadi musibah yang lebih besar - menjadi musibah akidah karena ketidak sabaran kita dalam berikhtiar di jalanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua ciri pengobatan yang mengandung syirik dan harus kita hindari yaitu pertama apabila pengobatan yang dilakukan tidak masuk akal - misalnya mengoperasi tanpa alat operasi, memindahkan penyakit ke binatang dlsb. Kedua apabila pengobatan tersebut tidak ada tuntunannya. Bisa jadi akal manusia belum sampai kesana, tetapi apabila ada tuntunannya maka pengobatan ini boleh dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peengobatan yang belum sepenuhnya terjangkau dengan akal manusia sekarang namun ada tuntunannya adalah pengobatan dengan Bekam dan pengobatan dengan madu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khususnya madu, belakangan banyak sekali bukti-bukti ilmiah yang akhirnya menguatkan bahwa madu adalah obat yang bahkan lebih baik dari obat buatan pabrik. Madu juga merupakan obat yang murah, dan bahkan bisa diternakkan sendiri oleh kita apabila kita ingin meyakinkan keaslian hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ada obat yang murah dan sesuai akidah - yaitu madu - mengapa kita tertipu dengan yang mengandung syirik ?.&lt;br /&gt;Tanya:&lt;br /&gt;Bagaimana kita yakin bahwa solusi pengobatan Islami cukup bagi kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda “Setiap penyakit ada obatnya. apabila obat telah mengenai penyakit, maka akan mendatangkan kesembuhan dengan izin Allah,”. (HR Muslim). Di kesempatan lain Rasulullah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan At tirmidzi ” ..Allah menciptakan obat bagi setiap penyakit yang Dia ciptakan...kecuali penyakit Tua”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebagai umat Islam yang menjadikan Al Qur’an dan Al Hadits sebagai pegangan kita, kita wajib percaya bahwa Allah lah yang menurunkan obat bagi setiap penyakit, hal ini juga sejalan dengan salah satu kalimat tauhid yang diucapkan Nabi Ibrahim A.S. dalam surat As Shu’ara 80 ” Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat Al Qur’an dan Al Hadits tersebut seharusnya cukuplah menjadi dasar kita dalam setiap upaya mencari penyembuhan dari penyakit yang kita atau keluarga kita derita. Kelihatannya mudah, namun kita sering lupa atau terjebak dalam dua ekstrim dalam mencari penyembuhan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekstrim pertama adalah orang-orang yang hanya mengandalkan upaya penyembuhannya melalui berbagai pengobatan medis dan lupa atau tidak tahu bahwa hanya Allah-lah yang bisa menyembuhkan penyakit itu. Ektstrim kedua adalah orang yang melupakan ikhtiar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disatu sisi kita wajib berupaya mencari obat untuk penyembuhan penyakit kita, disisi lain kita harus sadar bahwa obat tersebut hanyalah sarana bagai datangnya pertolongan Allah dalam bentuk penyembuhan. Sebagian obat sebagai sarana penyembuhan yang merupakan pertolongan Allah ini ada yang secara explisit diungkapkan sendiri oleh Allah seperti Madu yang disebut dalam QS An-Nahl 69 ”...dan sebagai obat bagi manusia”. Sebagian lain sarana pengobatan tersebut tidak diunkapkan oleh Allah secara langsung tetapi sepenuhnya disediakan olehNya secara cukup di alam. Manusia-manusia yang menekuni dan menggali karunia Allah tersebut (para ilmuwan) sebagian akhirnya berhasil menemukan berbagai obat untuk berbagai penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak semua orang mampu meneliti dan mencari sendiri sarana pengobatan yang ada di alam, maka sebagian besar umat manusia menggantungkan pengobatannya dari hasil riset para ilmuwan dan pabrik farmasi besar – yang sayangnya kadang menjadi terlalu mahal dan tidak terjangkau oleh sebagian umat manusia. Tidak hanya dinegeri-negeri miskin, di negara kaya seperti Amerika-pun jutaan orang bangkrut gara-gara tidak mampu membayar pengobatan. Mahalnya biaya pengobatan ini antara lain karena biaya riset yang mahal (dalam menemukan obat/bahan obat), biaya pengembangan yang mahal, biaya distribusi obat yang mahal dst. Seluruh sistem pengobatan modern inilah yang membuat biaya pengobatan mahal. Nah padahal Allah ketika menurunkan pertolonganNya tidak memilih hanya yang mampu bayar saja yang ditolong, lantas bagaimana sistem pengobatan bagi seluruh umat yang sejalan dengan aqidah kita tersebut ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari sekarang kita tadaburi ayat-ayat dan hadits mengenai pengobatan tersebut, pada saat bersamaan kita tadaburi alam. Dari sabda Rasulullah ” Setiap penyakit ada obatnya...”, mari kita lihat yang dilakukan oleh para peneliti obat-obatan, para tabib China dari ribuan tahun lalu dan berbagai ahli pengobatan di berbagai bangsa dan zaman...mereka selalu menemukan obat untuk penyakit yang muncul pada zamannya. Maka benarlah sabda Rasulullah tersebut. Apa yang dilakukan oleh para tabib China sejak ribuan tahun lalu sampai dengan para peneliti obat di zaman modern ini sebenarnya adalah sama yaitu menggali yang sudah ada di alam (disediakan oleh Allah) kemudian meramu/mengolahnya sehingga menjadi obat yang siap pakai. Yang dilakukan sama tetapi prosesnya yang berbeda. Di zaman modern ini pencarian obat melibatkan berbagai teknologi dan proses produksi...yang akhirnya menjadikan obat mahal. Lantas apa kita akan kembali ke zaman ribuan tahun lalu untuk mencari obat yang murah ? Tentu juga tidak, tetapi kita bisa mengikuti petunjuk Al Qur’an untuk mencari obat bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk Al Qur’annya kan jelas bahwa ”... dari dalam perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya sebagai obat bagi manusia...”. karena Al Qur’an adalah kitab akhir zaman, diturunkan kepada nabi akhir zaman maka kebenarannya akan terjaga sampai akhir zaman. Artinya hasil yang keluar dari perut lebah tersebut sebagai obat yang disebut di Al Qur’an akan berlaku juga sampai akhir zaman, termasuk untuk obat-obat penyakit yang sekarang belum muncul atau sudah muncul namun belum ketemu obatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para tabib China dan para ilmuwan modern mencari obat antara lain dari bahan tanaman, mereka melakukan kajian terhadap ribuan tanaman dari berbagai daerah untuk menemukan zat kimia yang dapat menjadi penyembuh yang oleh ahli kimia disebut phytochemicals. Meskipun akhirnya menemukan obat cara ini adalah cara yang sukar (dan juga mahal)– the hard way – karena tanpa petunjuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah mengapa madu (yang keluar dari perut lebah) menjadi cara yang mudah dan obat yang murah bagi seluruh umat ? karena proses pencariannya/penelitiannya tidak memakan biaya yang besar dan tidak memerlukan teknologi tinggi untuk memprosesnya – Allah sendiri yang memberi petunjuk ke kita bahwa obat tersebut tersedia dalam kondisi siap saji. Bukti ilmiahnya adalah, diseluruh dunia lebah selalu berhasil menemukan Nectar bunga untuk bahan madu, phytochemicals dari berbagai tumbuhan untuk memproduski Propolis, Pollen dan Nectar untuk produksi Royal Jelly dan pollennya sendiri yang juga mengandung berbagai phytochemicals. Phytochemicals yang di seleksi dan dikumpulkan oleh lebah dari tumbuhan-tumbuhan terpilih tersebut ternyata terbukti sangat efektif untuk berbagai obat antibiotik, anti bactecial, anti fungal, anti allergic dlsb. Dari mana lebah memperoleh ini semua ?, dari alam dimana dia hidup. Kita hidup berdampingan dengan lebah di lingkungan yang sama, namun lebah-lebah pekerja tahu tumbuhan-tumbuhan mana yang efektif untuk menghasilkan propolis misalnya – sedangkan kita tidak tahu, kalaupun toh kita akhirnya tahu selalu dengan cara yang mahal dan sukar tersebut – itupun hanya sedikit dari kita yang tahu yaitu para ilmuwan dan peneliti obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengikuti petunjuk Al Qur’an, manusia akan lebih mudah menemukan obat-obat tersebut karena tidak usah susah payah meneliti mana-mana tumbuhan yang dapat menjadi obat dan sebaliknya, cukup mengikuti pilihan lebah yang atas perintah Allah telah dimudahkan jalannya (QS An Nahl 68). Nah mau hidup dengan susah tanpa petunjuk ? atau mau dengan cara yang mudah mengikuti petunjukNya dalam segala aspek kehidupan?. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;B&gt;Madu – Obat Bagi Seluruh Umat Sampai Akhir Zaman &lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya:&lt;br /&gt;Apa sih yang disebut sebagai Madu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;Madu adalah cairan alami yang umumnya memiliki rasa manis yang dihasilkan oleh lebah Madu dari sari bunga tanaman (floral nectar) atau bagian lain dari tanaman (extra floral nectar) atau ekskresi serangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam koloni lebah madu, madu sebenarnya berfungsi sebagai makanan utama bagi masyarakat lebah yang tinggal di koloni tersebut. Namun karena produksi madu dari koloni lebah ini pada umumnya lebih dari yang mereka butuhkan, maka kemudian manusia ikut mengambil kelebihan produksi makanaan lebah tersebut untuk berbagai kebutuhannya. Disinilah nampak kebenaran Al Qur’an di surat Al Baqarah ayat 29 yang berbunyi ” Dia-lah Allah yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya:&lt;br /&gt;Apa yang membuat madu berbeda dengan gula ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;Dari sisi kandungan kalori madu tidak jauh berbeda dengan gula, satu kilogram madu dapat memberikan sekitar 3500 kalori sedangkan satu kilogram gula dapat memberikan sekitar 3900 kalori. Di luar kalori ini madu sangat berbeda jauh dengan gula. Berikut adalah point-point dimana madu berbeda dengan gula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madu tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya, hampir seluruh zat dalam madu dapat terserap oleh tubuh dan hanya kurang dari 1/200 bagian madu yang akan dibuang oleh tubuh. Gula merupakan hasil dari berbagai proses pemanasan dimana asam organic, protein, enzyme dan vitamin yang ada di alam (tebu atau beat) terekstraksi atau rusak dan bahkan bahan-bahan berbahaya seperti hydrochloric, phosphoric dan sulphuric acids masuk kedalam gula pada proses pembuatannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madu adalah pemanis alami yang proses pembuatannya tidak melibatkan sentuhan manusia. Gula adalah proses konsentrasi, denaturalisasi dan bahkan polusi terhadap hasil alam(tebu) dimana melalui proses pemanasan dalam pembuatan gula menghancurkan zat-zat yang sangat penting seperti protein, enzyme dan asam-asam organic tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madu mengandung unsure-unsur kehidupan termasuk berbagai mineral yang terkandung di dalamnya. Gula putih khususnya yang semula berasaal dari sari tebu berwarna gelap dan mengandung mineral, dalam proses yang disebut defecation, mineral-mineral tersebut ‘terhilangkan’ karena apabila tidak maka tidak akan menjadi kristal-kristal gula putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanis terbaik adalah dari kelompok gula sederhana karena untuk berasimilasi dalam tubuh tidak memerlukan aktifitas pencernaan yang berat, gula sederhana ini terkandung secara melimpah di dalam madu. Gula putih (dari tebu) untuk perlu pekerjaan yang berat dari system pencernaan dan kerja keras dari pankreas utnuk memproduksi insulin, penggunaan gula tebu secara terus menerus membuat kemampuan kerja pancreas menurun yang kemudian menimbulkan penyakit diabetis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan-perbedaan tersebutlah yang membuat penemu insulin yaitu DR. Banting pada tahun 1929 sudah menyatakan bahwa “ Di Amerika Serikat kasus penderita diabetis meningkat sejalan dengan penggunaan gula putih (tebu), dalam pembuatan gula tebu melalui proses pemanasan dan kristalisasi sesuatu telah berubah dan menghasilkan bahan makanan yang berbahaya untuk dikonsumsi ”. Pendapat ini dikuatkan oleh ahli lain DR. Serge Veronoff yang menyatakan bahwa umur manusia rata-rata dapat mencapai 120 tahun apabila dapat meningalkan tiga bahan pangan yaitu gula, tepung dan garam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyangkut kehebatan madu dibandingkan gula DR. Harvey W. Willey, sesepuh ahli kimia dari Department of Agricultural and Director of Bureau of Foods, Sanitation and Healths – USA dalam suratnya kepada American Honey Institute antara lain mengingatkan untuk hati-hati mensosialisasikan madu, karena apabila semua orang tahu kelebihan madu terhadap gula maka akan timbul masalah lain yaitu tidak cukupnya produksi madu untuk memenuhi seluruh kebutuhan penduduk, dampaknya harga madu akan melonjak sangat tinggi – sehingga madu tidak lagi menjadi bahan pangan/kesehatan yang murah dan terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda yang beruntung membaca buku ini dan mengetahui kehebatan madu dibandingkan gula, sudah seharusnya mengganti seluruh menu makan dan minum Anda yang selama ini menggunakan gula dengan madu…selagi madu belum menjadi barang yang terlalu mahal untuk dibeli seperti dikawatirkan oleh DR. Willey tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya:&lt;br /&gt;Bagaimana komposisi zat yang terkandung di dalam Madu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;Madu mengandung air 13% – 22 % dari beratnya (tergantung jenis produknya. Sebagai contoh madu dari Rumah Madu tipe classic mengandung air +/-18% ; tipe Gold +/-15% dan tipe platinum mendekati 13%) dan komposisi terbesarnya adalah monosakarida dalam bentuk glukosa dan fruktose (75% - 85%). Selebihnya dalam persentase yang kecil adalah sukrosa, maltosa dan yang sangat penting adalah apa yang disebut sebagai phytochemicals dari berbagai jenis tumbuhan, tergantung dari mana lebah memperoleh nectar-nya untuk memproduksi Madu. Phytochemicals adalah nama umum zat kimia alami yang aktif secara biologis yang berasal dari tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tanaman memiliki phytochemical-nya sendiri-sendiri dan memiliki nama khusus tergantung tanamannya. Misalnya tomat dan semangka menghasilkan lycopene, teh dan bawang menghasilkan quercetin, anggur menghasilkan anthocyanin dlsb. Phytochemicals inilah yang antara lain berperan aktif yang membuat Madu memiliki berbagai khasiat pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber rujukan lain berdasarkan National Honey Board (USA) – madu secara umum mengandung hal-hal berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen Utama Madu  Persentase (+/-)&lt;br /&gt;Air 17.1&lt;br /&gt;Fruktosa 38.5&lt;br /&gt;Glukosa 31.0&lt;br /&gt;Sukrosa 1.5&lt;br /&gt;Maltosa dan gula pereduski lainnya 7.2&lt;br /&gt;Trisakarida dan karbohidrat lainnya 4.2&lt;br /&gt;Sub Total 99.5&lt;br /&gt;Konstituen minoritas termasuk vitamin, mineral, asam amino dslb. 0.5&lt;br /&gt;Total 100&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya :&lt;br /&gt;Bagaimana Madu bisa berkhasiat untuk pengobatan dan bagaimana cara kerjanya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: &lt;br /&gt;Madu memiliki khasiat pengobatan untuk berbagai penyakit karena memiliki sifat-sifat sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Madu bersifat Herbal Tonic dari berbagai phytochemical yang terkandung didalamnya. Phytochemical ini selain membantu penyembuhan juga membantu metabolisme tubuh. Salah satu kelas phytochemical yang penting untuk pengobatan adalah apa yang disebut flavonoid yang berasal  dari berbagai tanaman pangan dan tanaman obat (di alam terdapat sangat banyak tanaman obat yang tidak selalu diketahui oleh manusia, tetapi lebah mengetahuinya).&lt;br /&gt;• Madu bersifat sebagai antioxidant yang akan mengendalikan radikal bebas di dalam tubuh kita. Radikal bebas atau juga biasa disebut Reactive Oxygen Metabolities (ROM) ini apabila tidak dikendalikan menyebabkan inflamasi akut, panas dalam tubuh dan bengkak di sekitar luka. ROM yang tidak terkendali juga menyebabkan inflamasi kronis seperti anthritis, asma, tendonitis dan borok pada luka. Dengan pengendalian antioxidant dari Madu, ROM dapat bekerja efektif untuk tubuh kita tetapi tidak sampai menimbulkan inflamasi yang akut maupun yang kronis. &lt;br /&gt;• Madu bersifat antibiotic, antiseptic dan antifungal yang menghambat atau menghentikan pertumbuhan berbagai bakteri patogen, microorganisme dan juga jamur.&lt;br /&gt;• Melalui kadar airnya yang rendah dan sifat hygrokopisnya Madu menyerap cairan dalam bakteri, jamur dan microorganisme lain sehingga mereka tidak dapat tumbuh. Sifat dan cara kerja ini yang membutak Madu efektif untuk luka luar.&lt;br /&gt;• Ketika Madu bercampur dengan cairan tubuh, enzym glucose oxidase yang terkandung didalamnya akan aktif dan menghasilkan apa yang disebut Hydrogen Peroksida. Hydrogen Peroksida sangat efektif berperan sebagai antiseptic dan anti-inflamatory.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya :&lt;br /&gt;Apakah ada bukti-bukti ilmiah yang dapat menunjukkan keberhasilan pengobatan dengan Madu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;Berikut adalah beberapa contoh yang dapat menjadi bukti ilmiah keberhasilan Madu sebagai obat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pada tahun 1991 di negeri barat telah dilakukan eksperimen pengobatan terhadap luka bakar dengan menggunakan Madu dibandingkan dengan pengobatan modern silver sulfadiazine (SS). Hasilnya setelah 7 hari, kelompok yang diobati dengan Madu 91% bebas dari infeksi sedangkan yang diobati dengan SS hanya 7 % yang bebas infeksi. Setelah pengobatan berjalan 15 hari, 87% pasien yang diobati dengan Madu sembuh sedangkan yang diobati dengan SS hanya 10% yang sembuh.&lt;br /&gt;• Penelitian pada tahun 1992 dan 1993 juga membuktikan bahwa dari pasien luka bakar yang diobati dengan Madu, hanya 20 % yang menyisakan bekas luka ditubuhnya – sedangkan pengobatan modern dengan obat yang mahal menyisakan sekitar 65 % pasien meninggalkan bekas luka.&lt;br /&gt;• Dengan pengobatan Madu yang dicampur dengan minyak zaitun dan lilin lebah para dokter di Dubai Specialized Medical Center dibawah pimpinan Noori Al Waili  telah berhasil mencapai tingkat penyembuhan tertinggi 86 % untuk penyakit infeksi kulit karena jamur.&lt;br /&gt;• Noori Al Waili juga berhasil menyembuhkan sekitar 82 % dari pasien yang mengalami berbagai gangguan penyakit perut dyspepsia dlsb. dengan Madu.&lt;br /&gt;• Percobaan lain terhadap 169 bayi dan anak-anak yang mengalami infeksi lambung menunjukkan bahwa Madu mengalami tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengobatan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya:&lt;br /&gt;Bagaimana kita tahu bahwa suatu Madu itu asli atau tidak ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;Madu adalah produksi lebah yang penuh dengan tantangan bagi manusia untuk memahaminya, sampai zaman modern ini masih ada tidak kurang dari 15 jenis zat didalam Madu yang belum terdefinisikan oleh ilmu pengetahuan modern dan belum diberi nama. Karena terbatasnya ilmu manusia tersebut, membuktikan suatu Madu adalah asli menuntut tantangan tersendiri juga. Namun setidaknya ada kesepakatan umum di seluruh negara bahwa Madu dikatakan asli apabila dalam proses produksi sampai hasil akhir tidak mengalami pencampuran dengan zat apapun – selain cairan alami yang dihasilkan oleh lebah tersebut diatas. Karena Madu alami (asli) memiliki komposisi kandunangan zat tertentu (sebagian sudah dikenali dan sebagian yang lain belum), maka keaslian Madu bisa di analisa melalui kandungan zat yang ada dalam Madu tersebut – yaitu pada zat yang sudah dapat dikenali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya:&lt;br /&gt;Apakah ada standar keaslian dan kwalitas Madu yang dapat jadi rujukan  ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini tidak ada standar keaslian Madu di dunia, namun standar kwalitas hampir selalu ada di setiap negara. Asumsinya tentu Madu yang memenuhi standar kwalitas juga memenuhi keaslian yang dituntut, karena apabila ada pencampuran maka akan terganggulah kwalitas tersebut sehingga Madu yang tidak asli juga tidak akan memenuhi standar. Di Indonesia kwalitas Madu di atur melalui Standar Nasional Indonessia (SNI) no 01-3545-2004.  Madu yang memiliki kwalitas SNI inilah yang paling aman menjadi rujukan kwalitas Madu asli di Indonesia saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produsen ataupun pedagang Madu yang serius yang ingin memenuhi standar kwalitas sudah seharusnya selalu melakukan analisa kwalitas Madu sesuasai SNI 01-3545-2004 untuk meyakinkan bahwa Madu yang diproduksi atau dijualnya adalah Madu yang telah sesuai dengan SNI tersebut. Berikut adalah contoh hasil tes laboratorium independent Sucofindo dalam sertifikat no 0161602  untuk Madu dari Rumah Madu yang apabila dibandingkan dengan SNI untuk madu dapat dikatakan 100% memenuhi standar quality SNI.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 4. 1 : Contoh hasil uji kwalitas Madu berdasarkan SNI 01-3545-2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;                                                     Sumber:  www.rumahmadu.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya :&lt;br /&gt;Apa kegunaan Madu dan bagaimana menggunakannya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;Penemuan-penemuan arkeologi sejak jaman kuno membuktikan bahwa Madu telah digunakan sebagai obat atau ramuan obat oleh perbagai bangsa; dalam agama Islam kegunaan Madu sebagai obat ini dikuatkan di dalam  ayat Al Qur’an (QS An Nahl Ayat 68-69) dan beberapa hadits Nabi tentang pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan Madu yang paling umum adalah dengan diminum baik secara teratur untuk pengobatan pencegahan (preventive) maupun diminum untuk pengobatan penyembuhan (curative). Belakangan berbagai percobaan ilmiah juga membuktikan bahwa ternyata penggunaan Madu tidak harus melalui diminum, tetapi bisa juga secara efektif melalui penyuntikan maupun sebagai obat luar yang langsung dioleskan di bagian tubuh yang sakit atau luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya : &lt;br /&gt;Apa yang menjadikan Madu dapat digunakan sebagai obat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;Ketika Allah menyebutkan Madu sebagai obat 14 abad yang lalu, saat itu ilmu pengetahuan manusia masih sangat terbatas.  Belakangan mulai terungkap secara ilmiah mengapa Madu bisa menjadi obat.  Perlu juga diingat bahwa apa yang disebut di dalam Al Qur’an akan langgeng kebenarannya sampai akhir zaman, jadi yang terungkap sekarang secara ilmiah sangat bisa jadi belum sepenuhnya mengungkap penyebab sesungguhnya dari khasiat Madu untuk obat.  Dari waktu ke waktu akan muncul penyakit baru dan perlu penyembuh baru – dan Madu akan selalu menjadi salah satu penyembuh ini (ini sudah terjadi ribuan tahun lalu dan akan terus terjadi sampai akhir zaman – sesuai kaidah kebenaran Al Qur’an sampai akhir zaman).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara ini yang sudah terungkap secara ilmiah mengapa Madu dapat menjadi obat antara lain adalah sifat antimicrobial Madu yang disebabkan oleh kandungan kadar gula (mayoritas fruktosa) yang tinggi, kadar air yang rendah (banyak microorganism membutuhkan air untuk tumbuh), keasaman Madu dan yang tidak kalah penting adalah hydrogen - peroksida yang muncul dari reaksi glukosa dari Madu dengan air, hydrogen – peroksida (H2O2) inilah salah satu pembunuh microorganism yang utama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya :&lt;br /&gt;Apakah Madu cocok untuk seluruh jenis penyakit ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;Di Al Qur’an Madu disebut ”....sebagai obat bagi manusia” (QS An Nahl 69) , tanpa menyebut sebagai obat untuk penyakit tertentu.  Dengan demikian berarti Madu bisa jadi cocok untuk segala macam penyakit – termasuk penyakit-penyakit yang sekarang belum ketemu pengobatannya. Kita bisa yakin mengenai keandalan Madu sebagai obat ini karena ada ayatnya di Alqur’an dan dikuatkan oleh berbagai hadits Nabi, lebih jauh lagi dengan banyaknya zat yang ada di dalam Madu yang belum sepenuhnya bisa didefinisikan oleh manusia modern sekarang – memberikan harapan bagi kita bahwa Madulah jawaban atas problem kesehatan kita sekarang dan dimasa datang (karena apa yang ada di Al Qur’an dijamin kebenarannya sampai akhir Zaman).  Diantara yang ada rujukannya atau sudah ada hasil research-nya antara lain adalah penggunaan Madu untuk pengobatan sakit perut, untuk pengobatan pancreatitis akut, pengobatan cancer, pengobatan tumor, pengobatan luka pada penderita diabetis, dan sebagai antibiotic untuk segala macam penyakit . Selain cocok untuk penyakit serius seperti cancer dan tumor (yang dibuktikan dalam riset Dr.  Nada Orsolic dari University of Zagreb – Kroasia), Madu juga cocok untuk pengobatan ’penyakit’ sederhana seperti bisul, jerawat dan sejenisnya melaui proses osmosis yaitu Madu menyerap nanah/cairan yang terdapat dalam bisul dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mesir kuno lebih dari separuh resep pengobatan menggunakan Madu sebagai bahan utamanya, hal ini menunjukkan bahwa mayoritas penyakit dapat disembuhkan dengan Madu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat meskipun dengan berbagai kasiat pengobatan yang terkandung dalam Madu, apabila dimungkinkan (ada biaya dlsb.) tetap kami anjurkan untuk penyakit-penyakit serius pasien juga berobat/berkonsultasi dengan dokter, rumah sakit dlsb. Madu aman dikonsumsi bersama dengan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya:&lt;br /&gt;Apakah khasiat madu sebagai obat sudah pernah diteliti secara ilmiah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;Di ayat 69 dari surat An Nahl Allah mengungkapkan madu sebagi obat bagi manusia artinya manusia keseluruhan – sepanjang jaman – tidak terbatas pada umat Islam saja. Hal ini diketahui para sejarahwan yang menemukan bahwa lebih dari separuh resep pengobobatan mesir kuno ternyata menggunakan madu sebagai bahan utamanya. Juga tidak terhitung jumlahnya resep madu sebagi obat dari berbagai kebudayaan bangsa-bangsa lain yang pernah ada maupun yang masih ada di bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jaman modern sekarangpun para ilmuwan dan praktrisi medis di berbagai negara terus giat melakukan berbagai percobaan pengobatan dengan madu, diantaranya yang menarik adalah hasil penelitian Dr. Nada Orsolic dari University of Zagreb – Kroasia, pada binatang pecobaan yang menunjukkan hasil sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Binatang yang diberi makan madu sebelum diinjeksi dengan sel tumor ternyata memiliki pertumbuhan sel tumor yang lebih lambat.&lt;br /&gt;• Binatang yang diberi royal jelly (produk lain dari lebah) ternyata memiliki penyebaran cancer yang rendah setelah diinjeksi dengan sel tumor.&lt;br /&gt;• Injeksi venom lebah pada tumor menyebabkan tumor mengecil.&lt;br /&gt;• Injeksi dengan propolis (produk lain lagi dari lebah) menurunkan pertumbuhan tumor dan meningkatkan usia dari binatang percobaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya:&lt;br /&gt;Apakah ada contoh keberhasilan pengobatan madu yang lebih baik dari obat buatan manusia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;Berikut adalah contoh yang kami kutip dari Journal of Family Practice :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan di dalam journal tersebut seorang laki-laki yang berusia 79 tahun dan menderita diabetes golongan 2 yang sudah parah.  Segala bentuk pengobatan modern telah ditempuh bahkan lelaki ini selama 14 bulan telah lima kali masuk rumah sakit dan 4 kali menjalani operasi. Biaya yang dikeluarkan telah mencapai US$ 390,000,- (Sekitar 3.5 milyar rupiah). Dengan segala upaya tersebut luka yang menganga di dua tempat sebesar 8 cm x 5 cm dan 3 cm x 3 cm tetap tidak sembuh meskipun telah diberi antibiotic terbaik yang ada. Bahkan lelaki tersebut telah kehilangan dua jarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih buruk lagi, dua team dokter yang menangani pasien tersebut berusaha meyakinkan pasien  bahwa ia perlu diamputasi kakinya mulai lutut ke bawah karena apabila tidak maka nyawanya terancam.  Pasien menolak amputasi tersebut dan sebelum dia mendapatkan informasi tentang madu, pasien ini kehilangan satu jari lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapatkan informasi tentang madu, pasien ini mulai membeli madu di super market – mengoleskan pada luka-lukanya dan meninggalkan pengobatan dengan antibiotic lainnya.  Karena pengobatan sekarang hanya dengan madu maka biayanya menjadi jauh lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua minggu setelah menjalani pengobatan dengan madu, jaringan di tempat lukan mulai hidup kembali.  Dalam rentang waktu 6 – 12 bulan, pasien tersebut telah sepenuhnya pulih kembali dan lukanya tidak kambuh kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya:&lt;br /&gt;Apakah madu juga dapat digunakan sebagai antibiotik ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;Meskipun lebih dari 1400 tahun lalu Allah melalui ayat-ayat Al-Qur’an telah memberitahukan bahwa madu sebagai obat, baru beberapa tahun belakangan para ilmuwan membuat berbagai penelitian mengenai kemampuan madu sebagai obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu peneliti yang sangat mendalami masalah madu ini adalah Peter Nolan seorang ahli riset biokimia dari The University of Waikato – New Zealand. Peter Nolan mempunyai cerita favorit mengenai keandalan madu sebagai antibiotic ini, yaitu berdasarkan pengalaman langsung yang dialami seorang remaja Inggris berusia 20 tahun yang luka di tangannya tidak mempan diobati oleh berbagai jenis antibiotic. Remaja ini kemudian mendengar tentang pengobatan dengan madu dan minta dokternya untuk mengobati dengan madu. Karena berbagai cara telah dilakukan, maka team dokterpun tidak keberatan untuk mencoba cara lain dengan madu ini. Setelah pengobatan dengan madu berjalan selama satu bulan, ternyata luka di tangan remaja tersebut benar-benar sembuh dan tangannya dapat berfungsi kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain madu ternyata dapat menumpas spesies microbial yang resistance terhadap antibiotic buatan manusia. Penggunaan madu sebagai antibiotic ternyata juga memiliki beberapa keunggulan antara lain :&lt;br /&gt;• Pengobatan dengan madu tidak menimbulkan infalamsi.&lt;br /&gt;• Madu menyebabkan rasa sakit berkurang&lt;br /&gt;• Madu membersihkan infeksi&lt;br /&gt;• Madu menghilangkan bau pada luka&lt;br /&gt;• Penyembuhan berjalan cepat tanpa menimbulkan bekas luka&lt;br /&gt;• Madu bersifat antimicrobial yang dapat mencegah microba tumbuh&lt;br /&gt;• Tidak menimbulkan rasa sakit pada saat penggantian pembalut karena tidak lengket.&lt;br /&gt;• Mempunyai stimulatory effect yang mempercepat tumbuhnya jaringan tubuh kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil riset di universitas tersebut juga membuktikan madu lebih effective dari antibiotic buatan manusia seperti silver sulfadiazine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, tanpa bukti inipun kami percaya kepada firmanMu ya Allah; kami percaya kepada sabda Rasulmu….bukti ilmiah ini hanya sebagai tambahan ilmu bagi kami…dan hujjah untuk menjelaskan kepada orang yang belum yakin akan kebenaran firmanMu.&lt;br /&gt;Tanya :&lt;br /&gt;Apakah seluruh Madu memiliki kasiat yang sama ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;Karena Madu dihasilkan oleh lebah dari sari bunga yang berbeda-beda,